Pembangunan SACI Untuk
Mempertahankan Nasionalisme (Sosial-Budaya) di Era Globalisasi Indonesia
Pendahuluan
Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu
negara bisa dikatakan sudah mengalami
kemajuan. Mempunyai negara yang maju memang harapan semua masyarakat, dan kini
hampir semua negara telah mengalami kemajuan tersebut. Mulai dari kemajuan ilmu
pengetahuan, tekhnologi, transportasi, bahkan budaya sekalipun, itu semua
karena pengaruh dari globalisasi. Akibat dari pengaruh globalisasi tersebut
banyak dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan. Dampak positif dari
pengaruh globalisasi sudah bisa kita rasakan sendiri, yaitu teknologi yang
semakin canggih, kemajuan alat transportasi, dan ilmu pengetahuan lebih luas.
Tetapi dalam dampak negatifnya yaitu banyak budaya Barat yang masuk ke negara
Indonesia. Akibat pengaruh budaya tersebut, banyak generasi muda yang lebih
memilih budaya Barat daripada budaya tradisionalnya yang mengakibatkan rasa
cinta terhadap tanah airnya mulai menghilang. Itu dikarenakan pola pikir mereka
yang menganggap jika budaya barat itu lebih modern dan lebih populer, sehingga
kesadaran mereka dalam melestarikan budaya tradisional menurun.Perilaku dunia
Barat, Khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap
rakyat dunia (Ngungi Wa Thiong’o, 2010). Mereka berusaha menghancurkan tradisi
dan bahasa pribumi sehingga bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari
identitas budayanya. Perilaku tersebut sangat merugikan masyarakat dunia khususnya negara Indonesia yang
kaya akan budayanya tetapi rakyatnya sendiri dapat dikelabuhi oleh masyarakat
negara Barat. Saat ini keberadaan budaya tradisonal di negara Indonesia sangat
memperihatinkan. Dahulu, budaya tradisonal di negara Indonesia tak terhitung
jumlahnya karena begitu banyak ragamnya mulai dari tarian tradisional, alat
musik tradisional, bahasa tradisional, dan kebudayaan lainnya. Tetapi sekarang
budaya tradisional dinegara kita sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada.
Dalam menyikapi hal ini pemuda Indonesia harus memerhatikan
dan mempertahankan budaya yang ada di Indonesia terlebih di era globalisai ini.
Maka dari itu penulis terdorong membuat sekolah yang digunakan untuk
memperkenalkan, mengajarkan dan melestarikan budaya Indonesia agar pemuda
Indonesia tetap cinta terhadap budaya di negara nya sendiri.
Isi
( Pembahasan)
MenurutAbdulgani (2005) arti dari nasionalisme adalah paham
(ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Rasa nasionalisme ini dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Nasionalisme dapat diwujudkan dengan adanya
rasa bangga dan cinta terhadap negara Indonesia tetapi, tidak berarti merasa lebih hebat dan unggul daripada bangsa
dan negara lain. Kebanggaan dan kecintaan terhadap Indonesia dapat terlihat
dari cara masyarakat indonesia menerapkan kebudayaan yang ada pada negara Indonesia. Kebudayaan
adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia
(Prof.Dr.Koentjoroningrat, 1985). Kebudayaan dapat diartikan bahwa setiap
kebiasaan masyarakat dapat dijadikan
budaya atau adat masyarakat tersebut. Budaya yang menjadikan ciri khas negara
Indonesia, yaitu masyarakat Indonesia yang dikenal ramah – tamah, sopan dan
gotong-royong dan juga kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia seperti tarian
tradisional, alat musik tradisional, bahasa tradisional dan kebudayaan lainnya.
Dengan adanya perubahan zaman, budaya yang ada pada indonesia mulai hilang, ini
di sebabkan adanya era globalisasi. Globalisasi adalah proses koneksi global
ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang semakin mengarah keberbagai arah
diseluruh penjuru dunia dan merasuk kedalam kesadaran kita (Barker, 2004). Pada
era globalisasi ini banyak dampak yang dirasakan oleh Indonesia baik dampak
positif maupun negatif. Pada era ini pula terjadinya perubahan dari segi
politik, ekonomi dan terlebih nilai – nilai budaya yang ada di Indonesia.
Di era globalisai ini kondisi budaya
Indonesia sangat memperihatinkan.
Adanya arus globalisasi telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya
bangsa indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata
menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai
pelestarian budaya. Perkembangan 3T (transportasi, telekomunikasi, dan
teknologi) mengakibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya
negeri sendiri. Budaya Indonesia yang awalnya ramah – tamah, gotong – royong
dan sopan berganti dengan budaya Barat, misalnya pergaulan bebas. Hal yang
merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang
baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia
untuk menyebut orang tua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda
dibandingkan dengan Kau atau Kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada
kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa
Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata Gue (saya), dan Lu (kamu).
Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi nilai kesopanan
telah berubah mengikuti perkembangan zaman. Budaya berpakaian minim yang
dipakai oleh remaja Indonesia dianut dari film-film dan majalah-majalah luar
negeri yang ditransformasikan kedalam
sinetron-sinetron yang digemari para remaja di Indonesia. Dalam seni tari juga
para pemuda Indonesia lebih menjunjung tinggi tarian dari luar Indonesia
misalnya negara korea yang banyak terdapat boyband
atau dapat dikatakan sebagai kepopers (untuk penggemar boyband korea
tersebut) dibandingkan cinta terhadap tarian tradisonal negaranya sendiri. Salah
satu keberhasilan penyebaran kebudayaan barat ialah meluasnya anggapan bahwa
ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal.
Masuknya budaya Barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan baik.
Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan
budaya Indonesia sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan
nilai-nilai budaya Indonesia. Sekarang ini, kebiasaan – kebiasaan orang Barat
yang telah membudaya hampir dapat disaksikan setiap harimelalui budaya
eleketronik dan cetak, celakanya kebudayaan orang-orang barat tersebut yang
sifatnya negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma-norma Indonesia,
sehingga ditonton dan ditiru oleh masyarakat Indonesia terutama para remaja
yang ingin kebebasan seperti orang-orang barat. Contoh kebudayaan barat yang
telah menjamur di Indoensia yaitu cara berpakaian dan mode, film, tarian dan
tingkah laku. Menyikapi hal ini penulis terdorong untuk melakukan suatu gerakan
dengan membangun SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia).
SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia)
ini terdapat beberapa jenis kelas yang digolongkan berdasarkan kebutuhan
masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda Indonesia. Didalam sekolah
ini terdapat kelas seni tari, seni musik, keputrian, dan sejarah Indonesia.
Pertama, pada kelas seni tari para siswa diajarkan berbagai tarian daerah Indonesia agar tarian Indonesia
tetap terjaga dan terus dilestarikan. Kedua, kelas seni musik, pada kelas ini
siswa diajarkan untuk mengenal musik daerah yang ada di Indonesia baik
peggunaan alat musik maupun lagu daerahnya. Ketiga, keputrian, pada kelas ini
dikhususkan untuk para siswa perempuan, dikelas ini diajarkan tentang keputrian
baik cara berbicara dengan sopan santun, berpakaian, cara menjahit dan kegiatan
keputrian lainnya. Keempat, kelas sejarah Indonesia, pada kelas ini diajarkan
tentang pengetahuan sejarah Indonesia agar para generasi muda Indonesia
mengetahui perjuangan para pejuang Indonesia terdahulu.
Tujuan dibangunnya sekolah ini
adalah agar para generasi muda Indonesia tetap bangga dan cinta terhadap budaya
bangsa dan negaranya sendiri, lebih menghargai jasa para pejuang terdahulu,
tetap melesatikan budaya Indonesia dan memberikan prestasi kepada negara
Indonesia di kancah dunia melalui pelestarian budaya yang dilakukan di Sekolah
Aku Cinta Indonesia (SACI).
Kesimpulan dan Saran
Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan arti dari
nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, Kebudayaan adalah
keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia. Globalisasi adalah proses koneksi
global ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang semakin mengarah keberbagai
arah diseluruh penjuru dunia dan merasuk kedalam kesadaran kita. Sejak zaman dahulu negara Indonesia sudah memiliki banyak
kebudayaan yang asli (tradisonal) tanpa adanya campur tangan budaya asing,
namun dengan perkembangan zaman budaya yang melekat pada negara Indonesia mulai hilang. Ini diakibatkan adanya era
globalisasi. Pada era globalisasi kebudayaan di indonesia seperti tari
tradisional, musik tradisional, bahasa tradisional dan cara berperilaku
masyarakat Indonesia. Agar budaya Indonesia tetap terjaga maka dari itu
dibuatlah Sekolah Aku Cinta Indonesia. Dalam sekolah ini terdapat beberapa
jenis kelas diantaranya kelas seni musik, seni tari, keputrian dan sejarah
Indonesia. Tujuan dibangunnya sekolah ini adalah agar masyarakat Indonesia khususnya
generasi muda Indonesia tetap bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia dan
memberikan prestasi kepada negara Indonesia di kancah dunia melalui pelestarian
budaya yang dilakukan di Sekolah Aku Cinta Indonesia (SACI). Pembangunan
sekolah ini juga, agar para pemuda Indonesia tidak selalu bangga terhadap
budaya asing dan meninggalkan budaya tradisional (budaya Indonesia). Apabila
pemikiran generasi muda tidak pulih kembali untuk mencintai budaya
tradisionalnya, cepat atau lambat pasti kebudayaan Indonesia akan jauh lebih
terkikis. Oleh karenanya, sebelum itu terjadi, kita sebagai para generasi muda
harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional yang sudah nenek
moyang kita wariskan kepada kita dan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap
sosial budaya yang ada pada negara Indonesia.
Daftar Pustaka
Agustianto
(2011). Definisi Kebudayaan Menurut Para
Ahli. Retrieved from http://mediabacaan.blogspot.in/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html
Fahmi, Zakiul
(2014). Pengaruh Globalisasi Terhadap
Eksistensi Kebudayaan. Retrieved from http://docs.google.com/document
Janwar, Isromi
(2014). Pengertian Globalisasi Menurut
Para Ahli. Retrieved from http://dilihatnya.com/1178/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.
Muhamad (2015). Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli.
Retrieved from http:///nasionalisme.com/1325/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.
Sahajani (2011). Perubahan
Kebudayaan di masa lalu,masa sekarang, dan masa yang akan datang. Retrieved
from http://sahajani-blogspot-in/2011/12/perubahan-kebudayaan-di-masa-lalu-di-masa.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar