Kamis, 11 Agustus 2016

Apikasi Kewirausahaan Muslim Untuk Meningkatkan Ekonomi Syariah di Indonesia



Aplikasi Entzim  Membangun Perekonomian Islam  (Syari’ah) Untuk Masa Depan Indonesia
Pendahuluan
Faktor kemajuan suatu negara dapat dinilai dari segi perekonomian negara tersebut. Perekonomian Indonesia masih berada di tingkat yang rendah, dapat dilihat dari tingkat penghasilan dan  keproduktifitasan masyarakatnya. Saat ini Indonesia sudah mulai bergerak kearah ekonomi yang tidak konvensional seperti yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu. Sekarang Indonesia sudah mulai melakukan ekonomi kreatif untuk membangun perekonomian Indonesia. Di indonesia sendiri, ekonomi kreatif  pernah menyelamatkan ekonomi Indonesia dari keterpurukan saat krisis moneter 1998. Dan peran itu dimainkan oleh Usaha Kecil Menengah (Hew, Denis & Loi wee Nee, 2004). Dalam pembangunan perekonomian harus adanya pemberdayaan masyarakat dengan memeberikan hak untuk menjalankan sumber daya yang ada. Inti dari pemberdayaan ada tiga hal, yaitu pengembangan, memperkuat potensi atau daya dan terciptanya kemandirian (Winarni, 2004).  Sudah banyak jumlah Usaha Kecil Menengah di Indonesia, tetapi belum dapat dikembangkan secara maksimal oleh sumber daya manusia yang ada. Dalam pedoman  Islam yaitu  Al – Qur’an  dan Hadist  sudah dijelaskan  mengenai wirausaha yang baik dan benar. Ada sebuah Hadist menerangkan bahwa  hendaklah kamu berdagang karena didalamnya terdapat 90 persen pintu rezki (HR. Ahmad).
Dalam menyikapi hal ini, pemuda Islam harus  memperhatikan pendidikan kewirausahaan  dan membuat sistem yang merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan meningkatnya perekonomian islam di Indonesia.. Untuk itu maka penulis terdorong membuat aplikasi wirausaha yang mana digunakan dalam berwirausaha di dalam ajaran Islam (syari’ah). Aplikasi ini tidak hanya untuk mempelajari cara berwirausaha saja tetapi masih banyak menu yang tersedia.

Isi ( Pembahasan)
Menurut Pramana (2005) arti dari Aplikasi adalah satu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas seperti sistem perniagaan, game, pelayanan masyarakat, periklanan atau semua proses yang hampir dilakukan manusia. Dewasa ini, masyarakat Indonesia sudah banyak menggunakan aplikasi dikehidupan sehari – hari baik untuk media pembelajaran, komunikasi maupun dalam perniagaannya. Tidak dapat kita pungkiri bahwa perekonomian Indonesia sangat bergantung pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian besar rakyat Indonesia. Usaha yang dilakukan juga tidak lepas dari adanya penggunaan aplikasi seperti yang telah ada di indonesia yaitu Google Sheet,  My Cash Register dan My Inventory.
Di Indonesia menerapkan dua sistem perekonomian yaitu dengan cara konvensional dan syariah (berdasarkan ajaran Islam). Tujuan syari’ah bagi manusia adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh manusia yang terbagi atas lima faktor, yaitu menjaga agama Islam, menjaga nyawa (kehidupan), menjaga akal (pikiran), menjaga keturunan (generasi) dan menjaga harta benda mereka (Al – Ghazali, 2008). Contoh perusahaan yang melakukan kegiatan perekonomian syari’ah seperti Bank Mandiri Syari’ah, Bank Muamalat dan Prudential Syari’ah. Perbedaan dari perekonomian konvensional dan syari’ah hanya terletak pada prinsip – prinsip dalam melakukan kegiatan tersebut. Dalam syari’ah, kegiatan perekonomiannya dilakukan dengan prinip – prinsip ajaran Islam baik  transaksi maupun dalam pembagian hasil (Zakat). Sudah menjadi kewajiban bagi negara untuk memainkan peranan aktif dalam mewujudkan tujuan – tujuan sistem ekonomi islam, tanpa mengobarkan kepentingan individu (Prof. Dr. M. Umer Chapra, 2003). Menyikapi hal ini penulis terdorong untuk membuat suatu aplikasi yang bernama ENTZIM ( Entrepreneurship Muslim) yaitu aplikasi kewirausahaan yang berdasarkan ajaran Islam (syari’ah).
Aplikasi Entzim ini terdiri dari beberapa menu. Pertama, menu dakwah berisi tentang anjuran dan tata cara muamalah dalam ajaran Islam yang akan digunakan untuk prinsip perekonomian syari’ah baik berupa dalil Al –quran maupun Hadist shahih. Kedua, simulasi transaksi dan bagi hasil keuntungan, pada menu ini dijelaskan tentang cara transaksi dari niat sampai terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli dan juga dijelaskan perhitungan pembagian hasil keuntungan di dalam ajaran Islam yang dialokasikan untuk pembayaran Zakat. Ketiga, menu bankingsyari’ah, pada menu banking syari’ah ini digunakan untuk transaksi pengiriman dan penerimaan uang antara penjual dan pembeli. Pengguna aplikasi ini tidak hanya masyarakat yang beragama muslim saja, agama lain pun dapat menggunakan aplikasi ini. Tetapi aplikasi ini terfokus kepada pedagang kecil yang beragama islam dan ajaran perekonomian islam.
Tujuan apikasi Entzim ini antara lain, untuk mempersatukan dan memperkuat ajaran islam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk mempermudah masyarakat indonesia dalam berwirausaha dan meningkatkan kemampuan masyarakat indonesia khususnya para pedagang kecil islam yang dipersiapkan sebagai pengusaha yang mampu bersaing  dan dapat meningkatkan perekonomian syari’ah Indonesia di masa mendatang.

Kesimpulan
Dari pemamparan diatas, dapat disimpulkan aplikasi dapat diartikan sebagai satu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas seperti sistem perniagaan, game, pelayanan masyarakat, periklanan atau semua proses yang hampir dilakukan manusia. Dengan adanya perkembangan perekonomian syari’ah di Indonesia maka dibuatlah aplikasi yang bernama Entzim (Enterpreneur Muslim). Aplikasi Entzim (Enterpreneur Muslim) dibuat agar dapat membangun perekonomian islam Indonesia di masa mendatang. Hal ini dibuktikan dengan adanya aplikasi ini masyarakat Indonesia khususnya pedagang kecil islam mudah mendapatkan informasi mengenai wirausaha yang berdasarkan ajaran islam. Dengan adanya menu dakwah, simulasi transaksi dan bagi hasil keuntungan dan juga banking syari’ah. Aplikasi ini bertujuanuntuk mempermudah wirausahawan muslim dalam melakukan kegiatan perekonomian dan meningkatkan perekonomian syari’ah Indonesia di masa mendatang.
Oleh karena itu saya  menyarankan agar masyarakat Indonesia lebih bersemangat dalam mempelajari ilmu berwirausaha dan tidak menganggap sebelah mata pedagang kecil atau pengusaha rumahan yang mana masih banyak anggapan bahwa perekonomian di Indonesia sangat bergantung pada perekonomian konvensional.
­
Daftar Pustaka

Agustianto (2013). Peranan Negara Dalam Perekonomian (Perspektif Islam). Retrieved fromhttp://www.agustiantocenter.com/.
Fahmi, Zakiul (2014). Indonesia Kreatif. Retrieved from http://news.indonesiakreatif.net/era-ekonomi-kreatif
Febriani, Nia (2013). Pengaruh Perkembangan Kewirausahaan terhadap Tingkat Perekonomian Indonesia. Retrieved from http://niaveby-blogspot-in/2013/04/pengaruh-perkembangan-kewirausahaan.html.
Janwar, Isromi (2014). Pengertian Aplikasi Menurut Para Ahli. Retrieved fromhttp://dilihatnya.com/1178/pengertian-aplikasi-menurut-para-ahli.
Muhamad (2015). Reposisi Pemuda Dalam Pengembangan Ekonomi Umat. Retrieved from http//pengusahamuslim.com/3697-reposisi-pemuda-dalam-pengembangan-ekonomi















Tidak ada komentar:

Posting Komentar