Senin, 06 November 2017

SACI Upaya Meningkatkan Potensi Budaya Lokal dan Perekonomian Indonesia



SEKOLAH AKU CINTA INDONESIA (SACI) UPAYA MENINGKATKAN POTENSI BUDAYA LOKAL DAN PEREKONOMIAN  INDONESIA
Disusun oleh : Novi Endah Widiastuti

1.   Pendahuluan

                 Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu negara bisa dikatakan  sudah mengalami kemajuan. Kemajuan suatu negara dapat dinilai dari bebagai aspek seperti pendidikan, perekonomian, teknologi, transportasi, parawisata dan sosial budaya. Wilayah lautan Indonesia adalah 64,85% dari total wilayah Indonesia. Dapat diartikan bahwa persentase luas daratan dari total wilayah Indonesia adalah 95,15%. Luas   daratan 1.904.569 km². Total wilayah Indonesia adalah 2.001.648,97 km2. Luas wilayah laut adalah 96.079,15 km² (wikipedia.com). dengan banyaknya pulau di Indonesia menyebabkan beragam suku bangsa dan budaya yang dimiliki.  Tercatat dalam  tahun 2016 ada sekitar 1.340 jenis suku di Indonesia (Badan Pusat statistik, 2016). Angka tersebut semakin memantapkan posisi pertama Indonesia sebagai jumlah suku bangsa terbanyak di Dunia. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia  maka perlu adanya upaya pelestarian budaya tersebut untuk mengurangi dampak negative di era globalisasi ini seperti adanya akulturasi budaya asing.
Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga dapat mempengaruhi bidang perekonomian yang mana warga domestik maupun asing  tertarik untuk mengetahui dan mempelajari budaya Indonesia baik tarian, musik, adat dan lain sebagainya serta berkunjung ke tempat parawisata kebudayaan Indonesia. Menurut analisis World Travel and Tourism Council (WTTC), industri pariwisata menyumbang 9,1% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada saat ini dan diperkirakan pada tahun 2017 akan meningkat menjadi 10,1%. Ini dapat dimanfaatkan oleh Negara Indonesia dalam meningkatkan pendapatan Negara Indonesia.
Dalam menyikapi hal ini haruslah  memerhatikan dan mempertahankan budaya yang ada di Indonesia terlebih di era globalisai ini. Maka dari itu penulis terdorong membuat sekolah yang digunakan untuk memperkenalkan, mengajarkan dan melestarikan budaya Indonesia upaya meningkatkan potensi budaya lokal dan perekonomian di Indonesia.

2.   Pembahasan
                 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sekolah/se·ko·lah/ n  Adalahbangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya). Dalam hal ini sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran mengenai kebudayaan Indonesia seperti tarian, music/ lagu, alat musik daerah serta nilai – nilai budaya Indonesia (ramah-tamah, menghormati orang yang lebih tua. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia (Prof.Dr.Koentjoroningrat, 1985).
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu  benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Sebagai anak Indonesia yang sadar akan kekayaan  budaya Indonesia atau budaya lokal harus mampu mempertahankan serta melestarikannya sehingga budaya Indonesia tetap eksis baik lingkup nasional maupun internasional yang akan berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian Indonesia.
Indonesia merupakan Negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Potensi yang mulai diperhatikan dunia internasional. sebelumnya, Indonesia sering disebutkan sebagai kandidat yang tepat untuk dimasukkan ke dalam kelompok negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China). Kelompok lain yang sering disebutkan sebelumnya  yang tergabung dalam akronim CIVETS (yaitu Colombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan) juga mendapat perhatian karena anggotanya memiliki sistem keuangan yang cukup canggih dan populasi yang tumbuh cepat. Beberapa tahun yang lalu produk domestik bruto (PDB) dari CIVETS itu diperkirakan berkontribusi sekitar setengah dari ekonomi global pada 2020. Salah satu faktor pendukung meningkatnya perekonomian Indonesia adalah budaya lokal yang dimilikinya. Sehingga pedapatan Negara terus meningkat tiap tahunnya  dengan upaya meningkatkan potensi budaya lokal (Indonesia). Menyikapi hal ini terdorong untuk melakukan suatu gerakan dengan membangun SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia).
                 SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia) adalah sekolah yang dibangun sebagai upaya pelestarian budaya local dan peningkatan kualitas generasi muda Indonesia dalam mengenal budayanya sendiri serta meningkatkan rasa cinta tanah air Indonesia. dalam SACI  ini terdapat beberapa jenis kelas yang digolongkan berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda Indonesia. Didalam sekolah ini terdapat kelas seni tari, seni musik, keputrian, dan sejarah Indonesia. Pertama, pada kelas seni tari para siswa diajarkan berbagai tarian daerah Indonesia agar tarian Indonesia tetap terjaga dan terus dilestarikan. Kedua, kelas seni musik, pada kelas ini siswa diajarkan untuk mengenal musik daerah yang ada di Indonesia baik peggunaan alat musik maupun lagu daerahnya. Ketiga, keputrian, pada kelas ini dikhususkan untuk para siswa perempuan, dikelas ini diajarkan tentang keputrian baik cara berbicara dengan sopan santun, berpakaian, cara menjahit dan kegiatan keputrian lainnya. Keempat, kelas sejarah Indonesia, pada kelas ini diajarkan tentang pengetahuan sejarah Indonesia agar para generasi muda Indonesia mengetahui perjuangan para pejuang Indonesia terdahulu. Dalam perekutan  peserta SACI melakukan tiga langkah yaitu dengan cara adanya perwakilan tiap sekolah di wilayah sekitar yaituTaman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), peserta mendaftar langsung ke lokasi SACI, dan perekrutan anak marjinal. Peserta atau siswa – siswi yang telah terdaftar akan mendapatkan pengenalan, pengajaran dan pelatihan kebudayaan lokal sesuai silabus SACI. Setelah para perserta atau siswa-siswi menjalani proses di SACI dalam  melestarikan budaya  lokal, maka SACI akan mengadakan karnaval budaya dan  mereka ysng  akan megisi acara tersebut, ini dilakukan untuk pengenalan (Branding) SACI dan Pelestarian budaya pada masyarakat luar.  Peserta juga akan  mengikuti kompetisi kebudayaan baik tingkat nasional maupun internasional. Pada akhirnya SACI akan membuka cabang di setiap daerah untuk melestarikan budaya daerah  setempat. SACI melahirkan bibit unggul untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang telah di ajarkan  baik di Indonesia dan  di kancah Internasional yang nantinya akan meningkatkan pendapatan Negara Indonesia.
                Tujuan dibangunnya sekolah ini adalah agar para generasi muda Indonesia tetap bangga dan cinta terhadap budaya lokal dan negaranya sendiri, lebih menghargai jasa para pejuang terdahulu, tetap melestarikan budaya Indonesia dan memberikan prestasi kepada negara Indonesia di kancah dunia serta mampu meningkatkan perekonomian Indonesia  melalui pelestarian budaya yang dilakukan di Sekolah Aku Cinta Indonesia (SACI).

3.   Kesimpulan
                Negara maju  dapat dinilai dari bebagai aspek salah satunya adalah  aspek social budaya. Luasnya wilayah Indonesia adalah menjadi salah satu factor banyaknya budaya lokal yang dimiliki Indonesia. Pada tahun 2016 ada sekitar 1.340 jenis suku di Indonesia.Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga dapat mempengaruhi bidang perekonomian guna meningkatkan pendapatan Negara dengan  upaya peningkatan potensi budaya Indoensia melalui pengenalan dan pelestarian budaya baik dalam bentuk karnaval maupun pariwisata budaya. Dalam meningkatkan kualitas pelestarian budaya local oleh masyarakat Indonesia diperlukan wadah, maka dari itu dibangunlah Sekolah Aku Cinta Indonesia (SACI).



DAFTAR PUSTAKA

Agustianto (2011). Definisi Kebudayaan Menurut Para Ahli.Retrieved from http://mediabacaan.blogspot.in/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html

Badan Pusat Statistik (2016). Jumlah suku bangsa di Indonesia. Retrieved from  https://bps.go.id/

Fahmi, Zakiul (2014). Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Kebudayaan. Retrieved fromhttp://docs.google.com/document

Muhamad (2015). Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli. Retrieved from http:///nasionalisme.com/1325/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.

Sahajani  (2011). Perubahan Kebudayaan di masa lalu,masa sekarang, dan masa yang akan datang. Retrieved fromhttp://sahajani-blogspot-in/2011/12/perubahan-kebudayaan-di-masa-lalu-di-masa.html.