Titip Rinduku Untuk Ayah
Ayah aku merindukan akan hadirmu. Anakmu kini kian tumbuh membesar. Anakmu yang kau tinggalkan ini sangat ingin bertemu. Sudah lelah ku menjalani hidup ini sendiri. Aku ingin seperti teman - temanku yang bahagia bisa memanggil Ayah. Di saat aku tidak berdaya aku ingin sosok mu menghampiri ku dan memberiku nasihat menjadi anak yang kuat. Aku mencintai dirimu ayah, tak kuasa aku menahan rindu ini ayah. Mungkin aku orang yang keras kepala tapi aku yakin kelembutan hatimu akan meluluhkan diriku ini. Ayah aku butuh hadir mu untuk membimbingku dan mengajariku tentang hidup ini. Banyak orang baik di dunia ini tapi semua hanyalah semu. Aku ingin benar - benar menemukan orang yang baik ayah. Tak kuasa aku menahan takangis saat ku mengingat akan dirimu. Aku sempat heran aku ini dilahirkan untuk apa ayah?? Apakah untuk dibenci dan dimanfaatkan? Untuk apa aku di lahirkan ayah??
Aku ingin jawaban darimu.
Semua yang aku inginkan mungkin bisa kudapakan dengan usahaku sendiri. Namun semua itu belumlah cukup. Aku ingin mendapatkan dukungan penuh dari orang tua ku. Dalam sepi ini aku merindukanmu untuk menemani kesuksesan. Namun kerinduan hanyalah kerinduan. Kini anakmu sekarang banyak menanggung beban.
Walaupun banyak yang mencibirmu aku akan tetap menyayangimu ayah. Aku yakin sebaik - baiknya lelaki adalah dirimu ayah. Aku sangat berharap suatu saat aku bisa bertemu dengan mu.