Jumat, 26 Januari 2018

Hikingers Inspire


KATA SOE HOK GIE


"Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita” 

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan” 

“Makhluk kecil kembalilah. Dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu.” 

“Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia. ” 

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras apapun, dan bangsa apapun..dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.” 

“Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan. Dan saya akan mengisinya, membuat mimpi-mimpi yang indah dan membius diri saya dalam segala-galanya. Semua dengan kesadaran. Setelah itu hati rasanya menjadi lega.” 

“Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka” 

“Karena aku cinta pada keberanian hidup” 

“Kebenaran hanya ada di langit dan dunia hanyalah palsu dan palsu.” 

“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.” 

“Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat...” 



#catatanseorangdemonstran
#myinspire
#katabijaksoehokgie
#lovehiking
#hikingers

Rabu, 03 Januari 2018

Aku Merindukan Mu

Jakarta, 3 januari 2018

AKU YANG TERLUPAKAN

Pada tanggal 30 juli 2017 aku memiliki niat untuk melihat keindahan alam yang mungkin sudah terlupakan oleh manusia di darat. Mereka seharusnya mendapatan perhatian lebih dari kita, karena tidak ada mereka sama dengan tidak ada kehidupan, mereka sakit kita akan merasakan sakit, mereka terluka kita akan lebih terluka dibandingkan mereka. Apa maksud yang ku bicarakan ini teman?
Gunung?
Alam?
hutan?
Yaa benar sekali teman aku disini ingin membela sahabatku yang terlupakan oleh kalian yaitu gunung, alam dan hutan.
pada tanggal tersebut aku diajak oleh seseorang yang membuatku cinta terhadap alam sekaligus sebagai penasihat hidupku nanti. Yang awalnya tawaran itu aku sempat pertimbangkan karena apa yang ditawarkan kepadaku sungguh mengandung resiko yang cukup tinggi dan berurusan dengan nyawa. Namun saat ku pikirkan kembali alangkah baiknya aku terima tawaran itu. Dalam benakku aku menerima tawaran itu hanya untuk berlibur, menghilangkan trauma ketinggian ku dan mengobati penyakit yang aku miliki tanpa ku berpikir betapa malangnya nasib alamku ini yang sudah memberikan manfaat untuk orang lain namun ia terlupakan.
Ini adalah pengalaman pertamaku untuk menyatu dengan alam yang dimanjakan dengan keindahannya, kesejukannya dan nuansa kebebasan dalam hidup. Pendakian pertamaku adalah ke gunung Prau yang terletak di Jawa Tengah, Wonosobo. Sangat butuh perjuangan untuk mencapai puncaknya. Dengan ditemani oleh teman – temanku, aku berhasil mencapai puncak gunung tersebut. Mungkin banyak orang mengira mendaki gunung hanyalah sebuah media eksistensi saja, namun aku katakan itu suatu KESALAHAN TERBESAR jikalau mereka menyadarinya.

        Banyak makna yang tersirat saat ku mendaki dan menyatu dengan alam yang indah itu. Aku sangat sedih jika teringat kembali saat aku mendaki ke kaki gunung tersebut dan sampai dengan puncaknya, walaupun saat itu jujur aku harus mengeluarkan tenaga yang lebih ekstra dari pendaki biasanya karna penyakit yang ku miliki dan trauma ketinggian ku yang merenggut rasa ketakutanku. Semua itu aku lawan untuk menjadi manusia yang hidup sehat dan pemberani. Ternyata setelah aku merasakan perjuangan itu banyak nilai positif yang dapat ku ambil. Aku merasakan saat menyatu dengan alam seakan -akan alam itu berbicara kepadaku dan merasakan kesedihan mereka yang terlupakan bahkan di rusak oleh tangan – tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Beberapa  pesan tersirat dari alam yang akan aku sampaikan kepada teman – teman betapa merindunya mereka terhadap kasih sayang manusia dan betapa sedih nya mereka terlupakan oleh kalian.
1.   Hai manusia kau lupa dengan jasa ku yang telah membantumu memberikan oksigen?
2.  Hai manusia kau lupa dengan jasa ku yang telah membantumu memberikan makanan ( Nabati dan hewani)?
3.  Hai manusia kau lupa dengan ku jikalau kami rusak bagaimana kehidupan mu kelak?
4.  Hai manusia aku sangat merindukan mu dengan tangan lembut mu
5.  Hai manusia aku rindu untuk di perhatikan oleh mu.
6.  Hai manusia aku sangat rindu di perdulikan oleh mu.
7.   Hai manusia aku rindu untuk menyatu pada mu
8.  Hai manusia tolong tengoklah aku bahwa ku sangat mengharapkan kedatangan mu untuk tetap mengenalku.
9.  Hai manusia jangan lah melulu kau sibuk dengan urusan mu saja
( mengikuti zaman/hedonisme)
Itulah pesan yang tersirat dari mereka kepada ku saat aku disana. Ini benar – benar aku rasakan bukan hanya tulisan cantik yang ku buat – buat. Dibalik pengharapan mereka, aku juga mendapatkan pesan tersendiri yang aku simpulkan bahwa “jikkalau kau ingin mengenal pribadi seseorang, pergilah menyatu pada mereka dan manusia sebagai makhluk yang merdeka akan merasakan seutuhnya sebagai makhluk merdeka serta mencharge iman kita terhadap Tuhan (Allah) disanalah salah satu tempatnya, karena disanalah kau akana menyadaribetapa besarnya kuasa Allah.”
Disanapun aku mendapatkan nilai – nilai positif yaitu
1.   Nilai kesederhanaan
2.  Nilai persahabatan
3.  Nilai kereligiusan
Dan nilai lainnya yang mereka (alam, gunung, hutan) berikan kepada aku. Maka dari itu ayo teman kita pedulikkan mereka agar mereka tidak bersedih, kita ingat mereka agar mereka tidak terlupakan, dan kita rawat mereka agar hidup kita panjang.

“Hanya sejuk saat bernaung di bawahnya
Bila rindang, terpaan matahari pun terlempar
Manusia dan hewan peliharaanya bercengkrama hingga mentari tak terik lagi”

“Mencintai alam itu tidak selalu dengan mendaki bukit-bukit terjal
Tidak juga mengubur diri dalam tanah
Tetapi, mengasihi alam itu bisa dilakukan dengan hal-hal kecil
mensyukuri setiap pucuk yang tumbuh,
mengilhami warna yang melimpah saat mengiris buah,
dan mengabadikan berkembangnya mawar-mawar
merupakan salah satunya.”