Senin, 06 November 2017

SACI Upaya Meningkatkan Potensi Budaya Lokal dan Perekonomian Indonesia



SEKOLAH AKU CINTA INDONESIA (SACI) UPAYA MENINGKATKAN POTENSI BUDAYA LOKAL DAN PEREKONOMIAN  INDONESIA
Disusun oleh : Novi Endah Widiastuti

1.   Pendahuluan

                 Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu negara bisa dikatakan  sudah mengalami kemajuan. Kemajuan suatu negara dapat dinilai dari bebagai aspek seperti pendidikan, perekonomian, teknologi, transportasi, parawisata dan sosial budaya. Wilayah lautan Indonesia adalah 64,85% dari total wilayah Indonesia. Dapat diartikan bahwa persentase luas daratan dari total wilayah Indonesia adalah 95,15%. Luas   daratan 1.904.569 km². Total wilayah Indonesia adalah 2.001.648,97 km2. Luas wilayah laut adalah 96.079,15 km² (wikipedia.com). dengan banyaknya pulau di Indonesia menyebabkan beragam suku bangsa dan budaya yang dimiliki.  Tercatat dalam  tahun 2016 ada sekitar 1.340 jenis suku di Indonesia (Badan Pusat statistik, 2016). Angka tersebut semakin memantapkan posisi pertama Indonesia sebagai jumlah suku bangsa terbanyak di Dunia. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia  maka perlu adanya upaya pelestarian budaya tersebut untuk mengurangi dampak negative di era globalisasi ini seperti adanya akulturasi budaya asing.
Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga dapat mempengaruhi bidang perekonomian yang mana warga domestik maupun asing  tertarik untuk mengetahui dan mempelajari budaya Indonesia baik tarian, musik, adat dan lain sebagainya serta berkunjung ke tempat parawisata kebudayaan Indonesia. Menurut analisis World Travel and Tourism Council (WTTC), industri pariwisata menyumbang 9,1% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada saat ini dan diperkirakan pada tahun 2017 akan meningkat menjadi 10,1%. Ini dapat dimanfaatkan oleh Negara Indonesia dalam meningkatkan pendapatan Negara Indonesia.
Dalam menyikapi hal ini haruslah  memerhatikan dan mempertahankan budaya yang ada di Indonesia terlebih di era globalisai ini. Maka dari itu penulis terdorong membuat sekolah yang digunakan untuk memperkenalkan, mengajarkan dan melestarikan budaya Indonesia upaya meningkatkan potensi budaya lokal dan perekonomian di Indonesia.

2.   Pembahasan
                 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sekolah/se·ko·lah/ n  Adalahbangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya). Dalam hal ini sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran mengenai kebudayaan Indonesia seperti tarian, music/ lagu, alat musik daerah serta nilai – nilai budaya Indonesia (ramah-tamah, menghormati orang yang lebih tua. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia (Prof.Dr.Koentjoroningrat, 1985).
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu  benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Sebagai anak Indonesia yang sadar akan kekayaan  budaya Indonesia atau budaya lokal harus mampu mempertahankan serta melestarikannya sehingga budaya Indonesia tetap eksis baik lingkup nasional maupun internasional yang akan berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian Indonesia.
Indonesia merupakan Negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Potensi yang mulai diperhatikan dunia internasional. sebelumnya, Indonesia sering disebutkan sebagai kandidat yang tepat untuk dimasukkan ke dalam kelompok negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China). Kelompok lain yang sering disebutkan sebelumnya  yang tergabung dalam akronim CIVETS (yaitu Colombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan) juga mendapat perhatian karena anggotanya memiliki sistem keuangan yang cukup canggih dan populasi yang tumbuh cepat. Beberapa tahun yang lalu produk domestik bruto (PDB) dari CIVETS itu diperkirakan berkontribusi sekitar setengah dari ekonomi global pada 2020. Salah satu faktor pendukung meningkatnya perekonomian Indonesia adalah budaya lokal yang dimilikinya. Sehingga pedapatan Negara terus meningkat tiap tahunnya  dengan upaya meningkatkan potensi budaya lokal (Indonesia). Menyikapi hal ini terdorong untuk melakukan suatu gerakan dengan membangun SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia).
                 SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia) adalah sekolah yang dibangun sebagai upaya pelestarian budaya local dan peningkatan kualitas generasi muda Indonesia dalam mengenal budayanya sendiri serta meningkatkan rasa cinta tanah air Indonesia. dalam SACI  ini terdapat beberapa jenis kelas yang digolongkan berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda Indonesia. Didalam sekolah ini terdapat kelas seni tari, seni musik, keputrian, dan sejarah Indonesia. Pertama, pada kelas seni tari para siswa diajarkan berbagai tarian daerah Indonesia agar tarian Indonesia tetap terjaga dan terus dilestarikan. Kedua, kelas seni musik, pada kelas ini siswa diajarkan untuk mengenal musik daerah yang ada di Indonesia baik peggunaan alat musik maupun lagu daerahnya. Ketiga, keputrian, pada kelas ini dikhususkan untuk para siswa perempuan, dikelas ini diajarkan tentang keputrian baik cara berbicara dengan sopan santun, berpakaian, cara menjahit dan kegiatan keputrian lainnya. Keempat, kelas sejarah Indonesia, pada kelas ini diajarkan tentang pengetahuan sejarah Indonesia agar para generasi muda Indonesia mengetahui perjuangan para pejuang Indonesia terdahulu. Dalam perekutan  peserta SACI melakukan tiga langkah yaitu dengan cara adanya perwakilan tiap sekolah di wilayah sekitar yaituTaman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), peserta mendaftar langsung ke lokasi SACI, dan perekrutan anak marjinal. Peserta atau siswa – siswi yang telah terdaftar akan mendapatkan pengenalan, pengajaran dan pelatihan kebudayaan lokal sesuai silabus SACI. Setelah para perserta atau siswa-siswi menjalani proses di SACI dalam  melestarikan budaya  lokal, maka SACI akan mengadakan karnaval budaya dan  mereka ysng  akan megisi acara tersebut, ini dilakukan untuk pengenalan (Branding) SACI dan Pelestarian budaya pada masyarakat luar.  Peserta juga akan  mengikuti kompetisi kebudayaan baik tingkat nasional maupun internasional. Pada akhirnya SACI akan membuka cabang di setiap daerah untuk melestarikan budaya daerah  setempat. SACI melahirkan bibit unggul untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang telah di ajarkan  baik di Indonesia dan  di kancah Internasional yang nantinya akan meningkatkan pendapatan Negara Indonesia.
                Tujuan dibangunnya sekolah ini adalah agar para generasi muda Indonesia tetap bangga dan cinta terhadap budaya lokal dan negaranya sendiri, lebih menghargai jasa para pejuang terdahulu, tetap melestarikan budaya Indonesia dan memberikan prestasi kepada negara Indonesia di kancah dunia serta mampu meningkatkan perekonomian Indonesia  melalui pelestarian budaya yang dilakukan di Sekolah Aku Cinta Indonesia (SACI).

3.   Kesimpulan
                Negara maju  dapat dinilai dari bebagai aspek salah satunya adalah  aspek social budaya. Luasnya wilayah Indonesia adalah menjadi salah satu factor banyaknya budaya lokal yang dimiliki Indonesia. Pada tahun 2016 ada sekitar 1.340 jenis suku di Indonesia.Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga dapat mempengaruhi bidang perekonomian guna meningkatkan pendapatan Negara dengan  upaya peningkatan potensi budaya Indoensia melalui pengenalan dan pelestarian budaya baik dalam bentuk karnaval maupun pariwisata budaya. Dalam meningkatkan kualitas pelestarian budaya local oleh masyarakat Indonesia diperlukan wadah, maka dari itu dibangunlah Sekolah Aku Cinta Indonesia (SACI).



DAFTAR PUSTAKA

Agustianto (2011). Definisi Kebudayaan Menurut Para Ahli.Retrieved from http://mediabacaan.blogspot.in/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html

Badan Pusat Statistik (2016). Jumlah suku bangsa di Indonesia. Retrieved from  https://bps.go.id/

Fahmi, Zakiul (2014). Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Kebudayaan. Retrieved fromhttp://docs.google.com/document

Muhamad (2015). Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli. Retrieved from http:///nasionalisme.com/1325/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.

Sahajani  (2011). Perubahan Kebudayaan di masa lalu,masa sekarang, dan masa yang akan datang. Retrieved fromhttp://sahajani-blogspot-in/2011/12/perubahan-kebudayaan-di-masa-lalu-di-masa.html.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 17 Mei 2017

Hati yang Rapuh



Jakarta, 16 Mei 2017

HATI YANG MAMPIR MENINGGALKAN BEKAS

       Aku adalah seseorang yang haus akan pengalaman. Dari kelas 1 SMP hingga sekarang (kuliah) aku senang bergelut di organisasi baik organisaaai formal maupun non formal. Tujuan ku berorganisasi sejak dulu adalah ingin bertambahnya pengalamanku dan menambah teman pastinya. Jadi tidak heran jika banyak orang yang menganggapku seperti belut yang tidak pernah diam dan bisa didiamkan, hehe.
      
         Singkat cerita aku mengikuti salah satu organisasi yang menurut ku sangat luar biasa manfaatnya untuk diriku yaitu di organisasi Kepemimpinan (OK). Disana aku diajarkan menjadi manusia seutuhnya dan diajarkan mengenai aqidah ku sebagai orang Islam. Untuk memasuki organisasi tersebut tidak sembarang orang yang mampu masuk disana, karena memang hanya orang – orang terpilih yang ada dalam O.K. Jalan untuk masuk ke organisasi tersebut harus melalui pendidikan dan pelatihan selama 3 hari. Aku di suguhi materi yang sangat padat namun menurut ku sangat menantang. Kurang menyenangkannya pada saat itu adalah aku menjadi sasaran pemateri dalam sesi tanya jawab, apa – apa aku selalu yang di tanya padahal banyak peserta lainnya, memang pengalaman luar biasa saat itu. Kurang lebih materi yang ku terima selama 3 hari ada 7 materi, bayangin aja ada 7 materi aku harus bisa menampung ilmu nya secara cekatan karena aku menjadi sasaran pertanyaan pemateri. Tapi ada yang berbeda saat aku menjalani pendidikan disana, dari 7 materi yang ku terima ada 1 materi yang menurutku gak se strick dari materi lainnya. Pemateri tersebut bernama W.A ia mengajarkan ku tentang konstitusi. Dia mengajariku dengan pembawaannya yang sangat santai dan saat itu aku bisa bernafas lega (karena materi lainnya sangat menuntut ku memperhatikannya). Pada materi inilah aku merasakan beda dari yang lainnya.
      
       Setelah aku melalui 3 hari tersebut, selang 1 hari ada yang mengirimkan pesan via Whatsapp, percakapan tersebut bermula pada bulan Februari. Yang isi pesan tersebut adalah :
“Assalamuallaikum” ujarnya
“waalaikumsalam kak” kataku
“ saya yg ngisi materi konstitusi  kemarin. Saya dapet nomer anti dari Ari”
“oh iya kak, kak W.A bukan sih? Wkwk maap lupaan kak, iya gpp kak. Ada apa ya?”
“iya betul. Saya mau menyampaikan tapi takut lancang”
“ihh gpp kak sampaikan saja seliw2 sama saya mah”
.....(percakapan yang membingungan).......
“ mungkin dimulai dari sini, anti sudah ada yang khitbah belum?” ujarnya
“ hmmm memang kenapa ya kak?” kataku
.....(percakapan yang menyatakan dia ingin berta’aruf dengan ku).....
      
       Sejak itulah aku dan dia melakukan pendekatan dengan saling mengirim pesan via whatsapp. Kita saling berkenalan satu sama lain dan juga kami selalu membahas hal – hal yang menurutku amazing (jujur dia itu sangat pemikir dan cerdas bgt) selang 2 minggu dia mengajak ku untuk ketemuan yaa sebenarnya niatnya ada yang mau di omongin dan mau memberikan suatu barang sih, ok dan ajakan itu ku terima. Sangat teringat jelas di pikiranku, saat itu aku sedang lomba di Ambon selama 4 hari dan ku pulang hari jumat, dimana sabtunya aku ingin ketemuan dengannya. Jujur selama ku di Ambon dia tidak pernah putus memberikan ku kabar dan support walaupun yaaa sinyalku jelek di sana tapi dia tetap berusaha menghubungi ku untuk mengetahui keadaanku. Sabtunya aku bertemu dengannya di suatu tempat keramaian dekat rumah ku. Disana kita nonton bareng, makan dan disela - sela waktu itu ia mengungkapkan isi hatinya bahwa ia tertarik dengan diriku. Saat itu juga dia menceritakan kepribadiannya aku pun begitu. Memang saat itu menurut ku waktu singkat yang sangat berkesan, gimana tidak selama 5 jam pertemuan, menurut ku banyak sekali ilmu yang ku dapat dari dia diluar pembicaraan perasaan, hehe. Pertemuan itupun ia memberikanku barang yang menjadi pengingatku saat ini padanya (faktor susah move on).
      
     Seiring berjalannya waktu kami terus menjaga komunikasi baik dengannya namun selang seminggu setelah pertemuan ada yang berbeda dengan dia. Terlihat dari gaya bahasa saat ia mengirim pesan, yang biasanyanya panjang x Lebar tapi mulai berubah menjadi gaya bahasa yang singkat saat ia mengajak ku untuk pacaran namun ku tolak. Setelah ajakan itu dia langsung menelpon ku dengan penjelasan yang panjang lebar mengenai pacaran, namun ku tak terpengaruh dengannya karena aku sudah berprinsip untuk tidak pacaran. Dengan nada memaksa ia terus menjelaskan melalui telepon dan setelah telponanku selesai dengannya W.A langsung mengirimkan pesan ke aku mengenai apakah aku mau menerima dia sebagai pacarnya? Yaaa alhasil aku tolak namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku menerima ajakan dia untuk berpacaran dengan ku. Jujur saja saat itu aku bener – bener kalut karena antara logika dan hati ku tidak sejalan akhirnya aku memutuskan menerimanya karena beberapa pertimbangan dan dukungan ibu ku yang membuatku kuat untuk tetap menerimanya.
      
    Setelah aku menjadi pacaranya aku merasakan beban, entah apa yang membuatku beban, mungkin karena berbeda dari prinsipku? Dan ditambah sikap dia ke aku berubah drastis. Aku pun bingung menyimpulkannya apa yang dia pikirkan sebenarnya, padahal aku sudah menjadi pacarnya tapi ternyata hubungan ku dengan dia menjadi semakin buruk. Setelah 1 hari aku pacaran dengannya tepat pukul 17.00 WIB ia kirim pesan ke aku via Line, percakapan itu berlangsung singkat namun itu adalah akhir dari kedekatan ku dengannya. Pesan perpisahan tersebut berlangsung sepeti ini
“kok aku ngerasa bersalah ya” kata W.A
“bersalah kenapa” kata ku
“kaya bukan novi aja, kaya bukan aku aja”
“hmmm gtu, bedanya dimana emang?” tanya ku
“ iya pacaran, aku jadi ngerasa bersalah maksain kamu kemarin”
.......( percakapan betapa menyesalnya dia mengajaku untuk berpacaran)......
      
    Ya memang aku sebenarnya kurang senang dengan hubungan ini, karena hubungan ini betolak belakang sekali dengan prinsipku. Dengan panjangnya perbincangan aku dan dia akhirnya kita memutuskan untuk kembali berteman. Perasaanku sangat campur aduk antara sedih dan senang. Sejak itulah kami mulai berjauhan dengan alasan ajaran kami yang tidak menganjurkan untuk berpacaran dan tidak sesuai dengan prinsipku. Di akhir percakapan kami, dia mengatakan
“aku tetep sayang kamu tapi disimpan dulu sampe siap datengin mama kamu gitu aja poin aku” ujarnya
“hehe iyaa aku tunggu kedatangan mu ya insyaAllah” ujarku
..........
“Insyaallah bukan pacar nanti” ujarnya
“aminn, hehe klo pun bukan aku jodoh mu, jgn pacari tapi nikahi kak, okray hehe”
“iya, maafin kakak ya vi mamksakan novi, aku sudah klik kok sama kamu”
.........(percakapan berakhir dengan memutuskan berteman).....
        
       Apa yang kamu rasa nov?? Aku sangat mersakan sedih dan senang, kenapa? Karena aku jauh dan tidak secara intens dekat dengan orang yang mungkin sepemikiran dengan ku mungkin dia terbilang perfect ya dan dia 89% memenuhi kriteria ku untuk pendamping hidupku, tapi ada sifat yang mungkin aku tidak suka darinya. Wajar sih manusia tidak ada yang sempurna 100%. Aku sebenarnya sudah jatuh hati padanya, aku terbilang orang yang susah untuk jatuh hati ke lawan jenis, tapi gak tau kenapa dia dengan mudahnya bisa meluluhkan hati ku yang keras ini.
        
       Saat ini aku merasakan hal yang benar – benar aku tidak sukai. Karena aku dihantui oleh perasaan ke dia yang gak jelas. Aku selalu mengingat masa – masa manis dengannya, padahal ku sadar banyak moment yang sudah menyakiti ku yang dilakukan olehnya. Aku merasa senang bisa kenal dan dekat dengan sosok laki – laki seperti dia, cerdas, gentle dan hal-hal yang membuat ku jatuh hati padanya.
        
       Sekarang aku menyadari bahwa hati itu hanya mampir di hatiku namun sangat berbekas dihati ini, dan ku berharap diberikan petunjuk oleh sang pemilik hati, jika dia yang terbaik buat ku dekatkan dia untuk ku dan jika dia tidak baik untuk ku jauhkan dia dariku. Dan disaat ku berusaha move on dengan usaha yang sangat keras, jujur sangat susah untuk melupakannya. Saat aku sudah berhasil move on, aku selalu dipertemukan dengannya yang hal itu membuat aku menangis benar – benar menangis. Hatiku berkata “kenapa sih disaat gue dah berhasil move on, orang itu selalu muncul di depan gue kan jadi gagal move on”. Itu terjadi tidak hanya sekali gengs itu ku alami 3 kali berturut-turut setiap minggunya, aku gatau apa maksud yang Allah tunjukan kepadaku, aku pun sempat berfikir “apakah ini petunjukMu ya Rabb kalau aku harus dengannya atau ini petunjuk bahwa aku harus berjauhan dengannya (pertemuan perpisahan)”. Dengan kondisi saat ini aku bersyukur banyak hal positif yang ku dapati setelah aku mengalami hal yang mungkin menyebalkan itu dan aku percaya bahwa Allah itu adil. Jodoh akan datang pada waktu yang tepat dan tak akan tertukar. Jodoh yang akan ku dapatkan adalah cerminan diriku. Maka dari itu aku sekarang menyibukan diriku untuk kehidupanku dan membenahkan diriku untuk menjadi pribadi yang baik.

“setiap detik, menit dan jam hari ini yang ku lewati selalu meninggalkan pesan untuk hidup ku esok hari”

“Aku hanyalah manusia biasa yang hanya bisa menaruh hatiku di sembarang hati, maka dari itu aku tak memungkiri hati ini mudah rapuh. Disaat itu aku lupa dengan sang Pemilik Hati yang dapat menempatkan hati ku di hati yang tepat”

Lembaran Kenangan dari Timur



Jakarta, 17 Mei 2017
KENANGAN DARI TIMUR

      Aku seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang dulunya terkenal dengan sebutan Poltek UI. Aku berkuliah sejak tahun 2015, sejak itu pula aku menekadkan diriku untuk menggeluti bidang Karya tulis Ilmiah. Karena pada saat pertama ku masuk kuliah aku mengamati peluang untuk aku berprestasi di dunia perguruan Tinggi. Padahal aku sejak dulu tidak suka menulis aku lebih suka berbicara dan mendengarkan, namun motivasiku untuk berprestasi yang mendorongku untuk mampu membuat suatu karya tulis. Memang untuk memulainya sangat sulit, tapi ku biasakan diri untuk terus menulis agar apa yang aku cita – cita kan terwujud, salah satunya adalah keliling Indonesia secara GRATIS, hehe. Lambat laun apa yang aku cita – citakan terwujud satu demi satu. Salah satu destinasi yang aku datangi yaitu Ambon manise yang terletak sebelah timur Indonesia.
       Ke Ambon adalah buah dari usahaku dalam membuat karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional. Sungguh bahagianya hati ini bisa memijakan kaki di tempat yang jauh nan disana. Awal dari ikutnya aku lomba KTI di ambon adalah dengan ambisiku yang ingin merasakan wilayah timur Indonesia alhasil ada yang memberikan ku info bahwa ada lomba KTI di Ambon, saat itu juga aku langsung antusias membuat KTI terebut. Aku 1 tim dengan teman ku bernama rofi, dia salah satu Project Officer ku saat aku mengikuti kepanitian bidang sosial di PNJ. Dengan waktu singkat aku langsung daftar dan submit paper ku. Menunggu 2 minggu pengumuman lolos abstrak pun tiba, alhamdulillah aku dan teman ku lolos ketahap selanjutnya, dengan waktu yang singkat aku langsung mengirim full papernya. Dan lagi – lagi harus menunggu, pada waktunya tiba pengumuman grand finalis diumumkan, Maha BesarNya Allah aku diberikan kesempatan untuk menginjak wilayah timur Indonesia itu yang terkenal akan laut Indahnya (Ambon, Maluku Utara).
       Setelah aku menerima berkas kelolosan ku di Ambon, aku langsung mengurus proposal untuk pengajuan dana ke Gedung Q (bagian keuangan kampus). Sungguh sangat diuji kesabaranku dari yang membuat proposal yang ditunda – tunda oleh pihak MP, revisi proposal, kena marahan pak ali (sekjur akuntansi) dan banyak hal yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan dana ke sana, hehe. Akhirnya aku mendapatkan dana dari gedung Q namun aku merasa sedih dan senang, karena dana yang cair tidak sesuai dengan permintaan aku dan temen ku, dana yang cair hanya setengahnya dan itu pun cash on hand hanya 70%nya ya otomatis ku harus menutupi kekurangannya. Ketika uang cairpun keberadaanku tidak di kampus karena aku sedang mempersiapkan Power Point untuk kesana, benar-benar tidak ada persiapan apapun. Yang perlu diketahui aku yang seharusnya berangkat ke Ambon hari Rabu, aku jadi berangkat hari kamis pukul 01.30 WIB, dikarenakan uang ku dari gedung Q turun sore hari dan itupun belum memesan tiket pesawat. Alhamdulillahnya teman 1 tim ku sangat luar biasa baik. Dia yang mengurusi keuangan dan administrasi ku di Gedung Q karena aku sedang mempersiapkan presentasi esok hari.
       Pukul 18.00 WIB aku mempersiapkan berbagai hal yang perlu aku bawa nanti kesana, mulai dari membereskan PPT, packing baju, print materi dan sebagainya ku jalani dengan cekatan rasanya seperti lomba marathon yang entah dimana ujungnya. Pada kahirnya tiba pukul 23.00 WIB aku berangkat dari rumah menuju pasar Minggu untuk naik Damri ke bandara Soeta. Aku diantar oleh om ku menuju Damri dan ternyata pas aku menghampiri Damri tersebut bapak supirnya bilang “maap neng Damri mah jam segini dah waktunya pulang dah gak ada lagi yang kesana kalau mau naik taksi” aku menjawab “ohh gitu ya pak, okeh makasi banyak ya pak”, jujur saat itu aku kalut waktu menunjukan pukul 23.30 WIB sedangkan aku take off pukul 01.30 WIB, arrgghhtttt... kondisi yang sangat menyebalkan saat itu. akupun melamun sejenak dan bingung harus naik apa untuk ke bandara dengan waktu yang sangat singkat itu. Akhirnya aku dihampiri seorang bapak tua dan menyapaku
“mau kemana neng?, ke bandara? Jam segini mah Damri udah gak ada” ucap bapak tua itu
“hmm. Iya pak saya mau kebandara, iya saya baru tau Damri jam segini dah abis” ujarku
“kalau mau neng naik taksi aja (sambil melirik taksi yang ada didekat warungnya)”ujarnya
“oh iya pak (menghampiri taksi sambil gelisah dan pikiran kalut)” kata ku
“pak ke bandara  berapa ya pak?” kataku lagi
“kebandara mah 230k aja neng sudah termasuk tol (sambil melirik ke bapak tua dengan maksud memberi kode,  entah kode apa yang dimaksud), kalau naik grab lebih mahal loh neng” kata kang taksi
“ohh gitu yaa gak bisa dikurangi ya pak? (sambil liat hp dan ke aplikasi grab, hatiku berkata ada yang tidak beres dengan mereka dan di aplikasi grabpun lebih murah ternyata hanya 135k saja termasuk tol)”
............(perasaan penuh ketakutan, panik dan sudah mikir yang gak nggk).......
“hmmm pak saya naik grab aja deh pak, maaf ya pak” kataku
“saya turunin 20k deh neng, mau” kata kang taksi
“ nggk pak terimakasih (langsung meninggalkan kang taksi dan menjauh dari ke 2 orang tersebut dengan penuh rasa takut)”
.........(akhirnya aku menunggu kang Grab untuk mengantar ku ke bandara).....
       Setelah menunggu kurang lebih 15 menit aku langsung masuk kedalam mobil berwarna hitam yang dikendarai pak supir yang baik hati namun ku tetap waspada (maklum namanya perempuan pergi tengah malam sendiri di dalam mobil hanya ber 2 lagi, pak supir dan aku). Aku akhirnya dapat bernafas sedikit lega dari suasana yang mencekam tadi di Pasar. Saat di perjalanan ke Bandara aku duduk dengan muka masih terlihat panik dan nafas ku ngos-ngosan. Tanpa ku sadari, pak supir mendengar nafasku yang sangat kencang, mungkin kalau di disamakan dengan musik, nafasku genre musik metalica deh, Hehe lebay. Sesampainya di bandara aku bernafas sangat lega namun tak dipungkiri rasa takut itu masih ada karena aku benar – benar sendiri berangkatnya. Menunggu pesawatku take off aku duduk manja di ruang tunggu hingga pukul 01.20 WIB tiba. Jam menunjukan 01.20 tiba aku langsung masuk kedalam pesawat dan duduk sesuai dengan nomor kursiku, disitulah aku dapat bernafas lega.
       Dengan penerbangan 8 jam dari Jakarta ke Ambon aku menikmati waktu di pesawat dengan belajar materi yang akan aku presentasikan nanti dan di akhiri dengan bocans ku sampai akhirnya tiba di Ambon pukul 07.00 WIT. Setibanya aku di bandara Pattimura aku sangat senang akhirnya sampai juga dengan perjuangan panjang di jakarta. Aku turun dari pesawat dan menunggu koperku muncul dari bagasi. Setelah ku memperoleh koperku, aku langsung keluar pintu masuk dan tiba – tiba ada bapak-bapak yang menghampiri ku untuk menawarkanku tumpangan (sungguh menguji nyaliku lagi). Tapi tak ku hiraukan karena aku menunggu LO ku menjemputku. Aku terus menghubungi LO ku untuk penjemputan. Mereka telat menjemputku dan alhasil aku menjadi pusat perhatian disana (gak kira-kira godainnya, mungkin aku beda kali ya sama orang sana jadi asing, wehehe). Akhirnya ku bertemu dengan LO ku dan langsung menuju penginapan yang tak jauh dari Universitas Pattimura. Tepat pukul 08.00 WIT aku tiba disana, ku kira ku masih memiliki waktu istirahat tapi ternyata TIDAK aku disuruh langsung mandi dan menuju ke UNPATI untuk mengikuti acara lomba, (tadinya disarankan panitia langsung mengikuti acara pembukaan saja tanpa mandi,, yang bener ajaaa brohhhhh, dan aku memaksa untuk mandi)
       Setelah mandi ku langsung menuju ke UNPATI untuk mengikuti semua rangkaian acara lomba hari pertama. Pembukaan ku ikuti dengan gembira karena saat itu aku bertemu dengan teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Acara pembukaan berlangsung sampai pukul 10.30 WIT. Dan lanjut ke acara presentasi semua peserta menuju gedung yang ditentukan dan sesuai dengan pembagian nama tiap ruangnya. Ada 3 ruang utnuk presentasi aku ada diruang 2 bersama teman baru ku yang sudah lumayan akrab. Jujur disana aku sedih karena aku seorang diri perwakilan dari Jakarta, paling telat datangnya dan gak punya basis daerah. Presentasi berjalan dari pukul 11. 00 WIT – 16.00 WIT sungguh pengalaman luar biasa dimana aku presentasi seorang diri dan materi yang kubawa kan jauh dari jurusanku yaitu Akuntansi, aku membawa kan materi di Bidang Fisika dan Elektro, bayangkan gengss. Alhamdulillah presentasi yang ku bawa kan cukup memuaskan karena para audience tidak mengira kalau aku anak akuntansi mereka mengira aku anak teknik, katanya sih pembawaanku meyakinkan wehehe.
inilah keakrabanku dengan teman – temanku saat berkompetisi di Ambon








 


      

Setelah presentasi babak penyisihan kami (semua peserta lomba) tour UNPATI sampai pukul 18.00 WIT kami kembali lagi ke gedung aula rektorat UNPATI untuk persiapan pengumuman finalis yang terpilih tiap ruangannya dan yang nantinya akan di adu kembali untuk memperebutkan juara 1 – juara 4.
Kebersamaanku dengan peserta lainnya saat menunggu pengumuman tiba.







 





Finalis diumumkan pukul 21.00 WIT, malam sekali memang dan sangat melelahkan tapi ini yang membuatku sangat rindu suasana saat itu. setelah di umumkan finalisnya, aku bukan salah satunya dan langsung lanjut presentasi para finalis. Saat berlangsungnya presentasi aku dan mba Ritma (peserta dari UNESA) memutuskan untuk solat isya terlebih dahulu, selesai solat kami beristirahat di tempat itu dan pada akhirnya kami tertidur pulas sampai pukul 00.30 WIT tepat selesainya presentasi tersebut (wah kenangan yang gak bakal dilupakan ini, hehe).
       Agenda hari kedua ku di Ambon adalah Field Trip kota ambon dan penutupan acara pada malam harinya. Mulai pukul 08.00 WIT kami berangkat dari penginapan menuju destinasi pertama yaitu Benteng Amsterdam, gak asing kan dengan tenpat ini. Disana aku menyaksikan atraksi bambu gila (bambu yang bisa gerak sendiri, bukan bambunya yang gila ya gengs) dan disana aku menyaksikan indahnya laut di semenanjung timur Indonesia, sungguh Indah Ciptaan-Mu.
Foto ku dan teman – teman ku saat menikmati liburan di tempat bersejarah ini (Benteng Amsterdam)










 




Setelah ku menikmati tempat bersejarah itu aku langsung menuju masjid tertua di Indonesia, ternyata ada masjid yang lebih tua daripada masjid Demak di pulau jawa. Ini adalah tempat wisata religius yang ku datangi. Sasampai disana aku mendengarkan sejarah adanya masjid itu dan memang cerita zaman dahulu kadang tak bisa di tangkap lewat logika, Maha Besar Allah.











Field Trip ku selanjutnya adalah di wahana air yang saaaaaangaaattt indah, yaitu pantai liang, disini aku dan teman – teman ku melepas kepenatan setelah kemarin kita saling berkompetisi namun moment itu adalah moment keakraban kami.

Setelah berkeliling ketempat yang menyenangkan field trip ku berakhir di masjid terbesar di kota ambon yaitu masjid Al Fatih, dan disini pula aku menjalankan solat Ashar.






 





Semua destinasi sudah ku lalui dengan hati yang gembira, dan selanjutnya kami langsung menuju UNPATI lagi untuk menjalani serangkaian acara penutupan sekaligus pengumuman para pemenangnya. Acara penutupan diawali dengan pengumuman pemenang dan diakhiri dengan hiburan – hiburan dari mahasiswa UNPATI. Disana kami benar-benar menikmatinya dan tak bisa dipungkiri senyuman merekah pada semua peserta lomba dan panitianya. Pengumuman pun tiba yang meraih juara 1 – 4 adalah IPB, UNPATI dan UII. Tidak hanya juara utama saja yang memperoleh penghargaan namun penghargaan seperti Best Excellent Award juga di umumkan salah satunya adalah aku sendiri. Memang tak menyangka aku mendapatkan penghargaan itu karena ya setelah kalian baca tulisan ku dari awal pasti kalian tahu mengapa aku tak menyangka mendapatkan predikat itu tapi aku tetap bersyukur mendapatkan itu semua yaa seenggaknya aku gak sia –sia mengdapai rintangan untuk menuju ke tempat ini.







 


      
        Pada hari ketiga ku di Ambon aku berkunjung kerumah teman dari teman ku anak UNESA yaitu kak Roni. Mengasyikan sekali saat itu, untuk menuju kesana kami harus menaiki speedboard karena melewati laut antar pulau. Disana kamipun berjalan kaki cukup jauh. Saat itu pula aku menyadari dan tak heran mengapa orang di Timur memiliki warna kulit gelap. Sangat panas sekali cuaca disana namun panas diasana berbeda dengan panas di Jakarta yang udaranya sudah tercampur polusi. Setibanya kami sampai di rumah temannya kak Roni, kami bakar ikan ala khas orang timur dan makan papeda. Semua makanan khas Ambon disajikan saat itu ada ikan bakar, papeda, sagu (nenek – nenek gak bakal kuat makan), gandum, nasi, sayur ikan dan lain sebagainya. Wahhh sungguh nikmat nian.
Inilah beberapa kenangan dengan asli orang timur, dan sangat ramah sekali mereka terhadap orang baru termasuk kepadaku.











 


Setelah kami berkunjung kami langsung pulang menuju penginapan, karena pukul 12.00 WIT kami sudah harus dibandara Pattimura untuk kembali  ke asal daerahnya masing – masing.
       Itulah kenanganku dari pergi hingga pulang ke wilayah Timur Indonesia, aku bangga jadi anak Indonesia. tetap lestarikan budaya kalian jangan terprovokasi dengan keindangan luar indonesia karena jika kita mengetahui Indonesia, akan timbul rasa cinta kita terhadap kekayaan dan keindahan Indonesia. Terimakasih Timur Indonesia yang telah memberikanku kenangan yang manis seperti slogan mu, Ambon Manise, Salam Hautumese!!