Jakarta, 18 Desember 2018
TETESAN AIR SETANGKAI
BUNGA
Tuhan, terimakasih kau telah muliakan
perempuan bak bunga mawar melati.
Kau telah menganugrahkan perempuan
dari apa yang tidak dimiliki kaum pria.
Kau telah menciptakan perempuan dan laki-laki
sesuai kehendakmu.
Tapi mengapa Tuhan?, aku tidak
merasakan kemuliaan yang telah kau berikan untuk perempuan di dunia ini.
.....
Inilah Dunia ku Tuhan...
Perempuan bagaikan tong sampah yang
bau dan menjijikan untuk di pandang
Perempuan bagaikan budak dari segala
budak yang bisa di injak – injak
Perempuan bagaikan hewan yang biasa
diabaikan
......
Tuhan, Aku takut hidup di dunia yang
penuh sandiwara, penuh kemunafikan dan penuh dengan cercaan.
Aku takut Tuhan atas kekejaman
terhadap kaum perempuan
Aku Takut
.........
Disaat ku meratapi kekejaman dan
kekejian terhadap perempuan, akutak kuasa menitihkan air mata dan memohon ampun
pada mu Tuhan,
Mengapa semua ini terjadi?
Mengapa selalu, selalu dan selalu perempuan
yang menjadi santapan lezat untuk kekerasan dan kekejian?
Mengapa selalu perempuan dianggap remeh oleh sasama hambamu?
Mengapa perempuan yang selalu menjadi
bahan pelampiasan kepuasan nafsu sesaat para lelaki?
Dan mengapa perempuan selalu
direndahkan?
Apakah perempuan terlahir sudah penuh
dosa dan lara?
...........
Tuhan, aku hanyalah hamba sahaya yang
kau ciptakan lemah, tak berdaya dan tak sempurna. Tapi ku mohon Tuhan tegurlah
mereka yang merendahkan perempuan agar mereka tersadar bahwa mereka terlahir
dari rahim seorang perempuan dan ia berhak bahagia di Dunia maupun di Akhirat
kelak.