Jakarta, 15 Mei 2017
SAHABAT FACEBOOKKU ADA DALAM DOA KU
Di era globalisasi ini perkembangan
teknologi sangat pesat yang kita ketahui sudah banyak media sosial yang
dikenalkan di Indonesia. dimana fungsi media sosial tersebut salah satunya
adalah menambah jaringan pertemanan jarak jauh yang tadinya kita tidak kenal
menjadi kenal. Nah ini sangat kurasakan saat ku menggunakan salah satu media
sosial yang terkenal saat itu yaitu facebook.
Aku menggunakan facebook pada tahun 2009
saat aku duduk di kelas 1 SMP. Aku menggunakan media sosial ini untuk mengikuti
trend pada saat itu dan pastinya ingin mengenal orang yang kita belum kenal
bahkan facebook itu aku gunakan untuk ngestalking orang (maklum masa puber)
heheehe. Media sosial ini sampai saat ini aku gunakan untuk hal yang bermanfaat
juga kok selain ku gunakan untuk memantau seseorang yang aku suka.
Pada tahun 2012 saat aku duduk di bangku
SMP kelas 3, tepat aku ingin lulus dan mencari sekolah baru tingkat menengah
atas. Aku memilih menargetkan diri untuk masuk ke MAN 13 Jakarta yang letaknya
di lenteng agung. Motivasi ku ingin masuk kesana karena aku ingin mendalami
ilmu fisika ku dan mudah masuk universitas yang aku pilih nantinya. Selang
waktu berjalan aku berfikir untuk menambah teman di facebookku khususnya anak
MAN 13 Jakarta untuk menambah informasiku mengenai sekolah tersebut, pada
akhirnya aku menambah pertemananku beberapa orang yang bersekolah di MAN untuk
membantuku masuk ke sekolah tersebut. Salah satu teman yang ku follow di
facebook adalah I. R,
ia adalah salah satu murid di MAN 13 Jakarta kelas IPS. Ternyata selang
beberapa lama ku mengenal dia, dia adalah sahabat dari teman kecil ku yang
sering di panggil iwang dan juga teman sekelas kak Afifah (kakaknya sahabat ku
di SMP).
Pertemanan
ku dengan I.R diawali dengan dikirimnya pesan melalui facebook oleh irwan
kepadaku yang bermaksud berkenalan,
“
hallo ini novi?” kata I.R
“iya ini gue novi” kata ku
“
novi sekolah dimana?” ujarnya
“
sekolah di MTsN 23 Jakarta kak”
“
ohh dimana tuh?”
“di
kemuning kak pejaten timur, kk anak MAN 13 ya?”
.........(percakapan
perkenalanku).................
Aku terus berkirim pesan dengannya sampai
sekarang (2017). Namun terasa berbeda saat ku sudah mengenal dia kurang lebih 1
tahun yang pada saat itu kami bercakap membahas sekolah kami baik aku yang
ingin masuk ke MAN 13 Jakarta dan dia yang menceritakan pengalamnya bersekolah
disana serta tak lupa kami sering bersendagurau dengan hal – hal yang gak
bermutu. Setelah 1 tahun berlalu mengenal dia aku merasa ada yang berbeda
dengannya. Dia sering menggombali ku dengan kata – kata pujian bahkan
mengatakan bahwa ia suka, mengagumi dan sayang kepada ku. Namun tak ku hiraukan karena ku menganggap itu
hanya bercanda padaku. Selama berteman kami saling memberi perhatian sebagai
bentuk kepedulian. Tapi mungkin hal tersebut yang menimbulkan perasaan yang
berbeda dari dia kepada ku. Aku akui aku seseorang yang sangat care terhadap
orang yang sudah dekat denganku. Saat itu I.R adalah seseorang yang sangat
malas dan bahkan gak tau arah hidupnya mau kaya apa. Aku selalu memberi support
kepadanya untuk tetap bersemangat dalam mencapai kesuksesan sampai aku memarahi
dia kalau ia benar – benar putus asa dan tidak mendengarkan saranku dan dia
juga selalu mensuport ku untuk tetap menjadi perempuan yang smart dan
bersemangat. Yaaa jika di pikir – pikir tidak heran kalau kami saling timbul
rasa suka. Tapi saat itu aku belum merasakan hal yang sama dengan dia yang
dimana dia suka dengan ku, saat itu aku hanya menganggap dia adalah sahabatku. Dia
sering ku panggil kakek dan dia pun memanggilku nenek, panggilan itu sejak kami akrab dan mengenal
satu sama lain. Kok bisa di panggil nenek?.. yaa aku di panggil nenek karena
salah satu sifatku yang selalu diingat olehnya yaitu pelupa. Aku tak mau kalah
dengan dia aku pun memanggil dia kakek hehe (biar impas). Dia teman curhatku
yang sangat sabar dan gak solutif sih, yaa walaupun begitu aku sangat berterima
kasih karena menjadi pendengar yang baik buat ku dan sepertinya dia menjadi
buku diary ku yang hidup deh hehe.
Saat aku sudah mengenal dia lebih jauh
dia menghilang tanpa kabar yang biasanya dia mengirim pesan baik di Facebook
maupun di SMS tapi ini tidak ada sama sekali kabar darinya. Itu terjadi pada
tahun 2014 tepat tahun kelulusan MAN dia. Aku tidak mencari keberadaan dia
sedikit pun karena aku berfikir positif terhadapnya. Aku berpikir dia akan
mempersiapkan diri untuk UN nya dan ujian masuk kuliahnya. Tak dapat ku
pungkiri selama waktu berjalan aku sempat rindu dia karena aku merasakan
kehilangan teman dekatku walaupun secara wujud aku belum bertemu dengannya tapi
rasa itu ada untuknya. Aku kangen memberikan motivasi kepadanya, aku memikirkan
dia gimana dia sekarang (masih malas atau tidak) dan lain sebagainya. Selang
setahun dia menghilang tiba – tiba ada pesan di SMS ku ternyata itu pesan
darinya.
“assalamuallaikum
nek, apa kabar?” katanya
“waalaikumsalam,
iya kek alhamdulillah baik, lo sendiri apa kabarnya?” kataku
“alhamulillah
nek baik juga, kemana aja lo nek menghilang?”
“
lah lo kok nanya w? Yang ada lo kemana aja tiba2 ngilang gitu aja tanpa kabar”
kataku dengan rasa kesal dan senang (bisa berhubungan lagi dengannya)
“
hehhe sorry ya nek kemarin w fokus buat persiapan UN”
“oh
gitu yauda gpp kek, sekarang kuliah dimana kek?” ujarku
“
gue kuliah di UISU kek, di medan” katanya
“ohh
gitu jauh juga ya, UISU apa kek?”
“Universitas
Islam Sumatera Utara nek”
.................(lanjut
percakapan hingga sekarang).........................
yang sebelumnya ku ceritakan, dia adalah
seseorang yang menjadi tempat curhatku baik curhatan kehidupan, percintaan dan
pengalaman ku. Singkat cerita saat itu aku duduk di bangku SMK kelas 2 aku
memiliki pacar berinisial SyAp selama aku setahun berpacaran dengannya aku
tetap berkomunikasi dengan irwan selayaknya aku dengan sahabatku, aku selalu
menceritakan hal mengenai pacarku ke I.R dengan sabarnya ia mendengarkan
ceritaku hingga aku putus dengan pacarku, memang ku akui saat aku dengan SyAp si I.R agak mengurangi
komunikasi dengan ku (alasannya sih karena aku punya pacar) sampai aku putus
dengan pacar ku aku menceritakan ke dia namun tidak ku ceritakan alasannya. Setelah
aku putus darinya aku menyukai pria lain dan itu pun aku menceritakannya juga.
Selang 2 tahun setelah aku putus dengan pacarku yang berinisial SyAp aku belum
bisa move on hati yaa mungkin dia adalah orang yang pertama kali sesuai dengan
hatiku. Saat aku rindu dengannya aku bilang ke sahabat SyAp dan dia juga teman
karib ku di SMK namanya fajar, aku menceritakan betapa rindunya aku dengannya
(SyAp), setelah ku bercerita dengan fajar melalui BBM aku diajak ketemuan dan
aku juga ingin bertemu dengannya sudah lama kita tak berjumpa (aku dan fajar).
Pada hari dimana aku dan fajar bertemu dan menceritakan betapa kangennya aku
pada mantanku, selama 5 jam kita berdiskusi di salah satu tempat makan Plaza
Kalibata. Dari percakapan aku dengan fajar menghasilkan move on nya hatiku
terhadap mantanku karena fajar memberikanku saran yang menurutku masuk akal dan
berpengaruh untuk masa depanku nanti.
Setelah aku berhasil moveon dari
mantanku, aku mulai membuka hatiku untuk orang lain. Inilah saat lembaran baru
hatiku terhadap I.R. Selang 4 bulan aku mulai intens berkomunikasi dengan I.R ya walaupun kadang dengan pembahasan yang gak bermutu namun kita tetap
saling mengingatkan kebaikan kok, hehe. Pada bulan November 2016 aku dan I.R
sering berkomunikasi lewat telepon dimana kita saling bercerita yaa aku sih
yang lebih banyak bercerita bahkan seperti aku memberikan laporan harianku
ngapain aja ke dia. Dari beberapa kali aku teleponan dengannya ada 1 waktu aku
berteleponan dengannya dari jam 22.00 – 05.00 WIB saat itulah aku dan dia
mengungkapkan hati yang sesungguhnya yang selama 4 tahun terpendam.
Diawali
dengan percakapan yang bercanda dan berujung serius :
..................
“nek
gue sayang sama lo” ujarnya
“
apa kek? Kurang jelas (sinyal kurang bagus)” kataku
“
eh nggk jadi deeh nek” ujarnya lagi
“apan
dah kek w denger loh kek, lo sayang sama gue? Modus mele lo dari dulu”
“kalo
gue serius gimana”
“ya
gapapa sih, tapi gue gak percaya, hahaha” kataku
“
gue bener-bener sayang sama lo kek” katanya
(sontak
ku bengong dan belum mempercayainya)
.......
Dari situlah awal pembahasan serius
dimana ku baru mengetahui kalau ia menyukai ku sejak aku kelas 2 SMK namun tak
kusadari dan saat itu juga aku menceritakan pacarku ke dia (sungguh jahatnya
aku saat itu, tapi aku benar-benar tidak mengetahuinya). Saat itu juga kami
saling mengungkapkan isi hati, rasa ke kaguman kami satu sama lain bahkan kami
memutuskan untuk berkomitmen jaga hati walaupun aku dan dia terpisah jarak
(saat ini ia berada di medan), kami pun berprinsip untuk tidak menjalani
pacaran tetapi kami saling mendoakan agar aku dan dia di pertemukan oleh Allah
pada suatu ikatan yang dihalalkan oleh sang Pemilik Hati (Allah SWT). Sejak
itulah aku menyadari bahwa ada orang lain yang menyayangi ku dengan tulus dan
tak kira-kira ia menungguku sudah lama namun rasa suka pada ku tak hilang
walaupun kami melewati masa percintaan masing-masing.
Jika ku ingat lagi sangat lucu sekali
perjalanan ta’aruf ku dengannya. Aku sangat mengaguminya bahkan ku jatuh hati
padanya. Dia sosok laki – laki yang jarang kutemukan, dia laki – laki yang
sederhana, agamis, sangat menjaga perasaan wanita, dingin, unik, romantis namun
dengan cara yang berbeda dari orang lain, over all dia memiliki cara yang
berbeda untuk buatku tersenyum. Kamu suka sosok laki-laki seperti ini? Yaa ku
suka sosok laki-laki seperti itu yang tidak menutup kemungkinan memiliki sifat buruk.
Tapi ku percaya jika seseorang yang menjaga perasaan wanita dan mengerti agama
akan bisa membimbingku nantinya kejalan yang lurus, Insyaallah. Sebaik-baiknya
dalam memlih pasangan pilihlah karena agamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar