Selasa, 16 Mei 2017

Ada Kamu Dalam Do'a ku



Jakarta, 15 Mei 2017

SAHABAT FACEBOOKKU ADA DALAM DOA KU

       Di era globalisasi ini perkembangan teknologi sangat pesat yang kita ketahui sudah banyak media sosial yang dikenalkan di Indonesia. dimana fungsi media sosial tersebut salah satunya adalah menambah jaringan pertemanan jarak jauh yang tadinya kita tidak kenal menjadi kenal. Nah ini sangat kurasakan saat ku menggunakan salah satu media sosial yang terkenal saat itu yaitu facebook.
       Aku menggunakan facebook pada tahun 2009 saat aku duduk di kelas 1 SMP. Aku menggunakan media sosial ini untuk mengikuti trend pada saat itu dan pastinya ingin mengenal orang yang kita belum kenal bahkan facebook itu aku gunakan untuk ngestalking orang (maklum masa puber) heheehe. Media sosial ini sampai saat ini aku gunakan untuk hal yang bermanfaat juga kok selain ku gunakan untuk memantau seseorang yang aku suka.
       Pada tahun 2012 saat aku duduk di bangku SMP kelas 3, tepat aku ingin lulus dan mencari sekolah baru tingkat menengah atas. Aku memilih menargetkan diri untuk masuk ke MAN 13 Jakarta yang letaknya di lenteng agung. Motivasi ku ingin masuk kesana karena aku ingin mendalami ilmu fisika ku dan mudah masuk universitas yang aku pilih nantinya. Selang waktu berjalan aku berfikir untuk menambah teman di facebookku khususnya anak MAN 13 Jakarta untuk menambah informasiku mengenai sekolah tersebut, pada akhirnya aku menambah pertemananku beberapa orang yang bersekolah di MAN untuk membantuku masuk ke sekolah tersebut. Salah satu teman yang ku follow di facebook adalah I. R, ia adalah salah satu murid di MAN 13 Jakarta kelas IPS. Ternyata selang beberapa lama ku mengenal dia, dia adalah sahabat dari teman kecil ku yang sering di panggil iwang dan juga teman sekelas kak Afifah (kakaknya sahabat ku di SMP). 

Pertemanan ku dengan I.R diawali dengan dikirimnya pesan melalui facebook oleh irwan kepadaku yang bermaksud berkenalan, 

“ hallo ini novi?” kata I.R
 “iya ini gue novi” kata ku
“ novi sekolah dimana?” ujarnya
“ sekolah di MTsN 23 Jakarta kak”
“ ohh dimana tuh?”
“di kemuning kak pejaten timur, kk anak MAN 13 ya?”
.........(percakapan perkenalanku).................

       Aku terus berkirim pesan dengannya sampai sekarang (2017). Namun terasa berbeda saat ku sudah mengenal dia kurang lebih 1 tahun yang pada saat itu kami bercakap membahas sekolah kami baik aku yang ingin masuk ke MAN 13 Jakarta dan dia yang menceritakan pengalamnya bersekolah disana serta tak lupa kami sering bersendagurau dengan hal – hal yang gak bermutu. Setelah 1 tahun berlalu mengenal dia aku merasa ada yang berbeda dengannya. Dia sering menggombali ku dengan kata – kata pujian bahkan mengatakan bahwa ia suka, mengagumi dan sayang kepada ku. Namun  tak ku hiraukan karena ku menganggap itu hanya bercanda padaku. Selama berteman kami saling memberi perhatian sebagai bentuk kepedulian. Tapi mungkin hal tersebut yang menimbulkan perasaan yang berbeda dari dia kepada ku. Aku akui aku seseorang yang sangat care terhadap orang yang sudah dekat denganku. Saat itu I.R adalah seseorang yang sangat malas dan bahkan gak tau arah hidupnya mau kaya apa. Aku selalu memberi support kepadanya untuk tetap bersemangat dalam mencapai kesuksesan sampai aku memarahi dia kalau ia benar – benar putus asa dan tidak mendengarkan saranku dan dia juga selalu mensuport ku untuk tetap menjadi perempuan yang smart dan bersemangat. Yaaa jika di pikir – pikir tidak heran kalau kami saling timbul rasa suka. Tapi saat itu aku belum merasakan hal yang sama dengan dia yang dimana dia suka dengan ku, saat itu aku hanya menganggap dia adalah sahabatku. Dia sering ku panggil kakek dan dia pun memanggilku nenek,  panggilan itu sejak kami akrab dan mengenal satu sama lain. Kok bisa di panggil nenek?.. yaa aku di panggil nenek karena salah satu sifatku yang selalu diingat olehnya yaitu pelupa. Aku tak mau kalah dengan dia aku pun memanggil dia kakek hehe (biar impas). Dia teman curhatku yang sangat sabar dan gak solutif sih, yaa walaupun begitu aku sangat berterima kasih karena menjadi pendengar yang baik buat ku dan sepertinya dia menjadi buku diary ku yang hidup deh hehe.
         Saat aku sudah mengenal dia lebih jauh dia menghilang tanpa kabar yang biasanya dia mengirim pesan baik di Facebook maupun di SMS tapi ini tidak ada sama sekali kabar darinya. Itu terjadi pada tahun 2014 tepat tahun kelulusan MAN dia. Aku tidak mencari keberadaan dia sedikit pun karena aku berfikir positif terhadapnya. Aku berpikir dia akan mempersiapkan diri untuk UN nya dan ujian masuk kuliahnya. Tak dapat ku pungkiri selama waktu berjalan aku sempat rindu dia karena aku merasakan kehilangan teman dekatku walaupun secara wujud aku belum bertemu dengannya tapi rasa itu ada untuknya. Aku kangen memberikan motivasi kepadanya, aku memikirkan dia gimana dia sekarang (masih malas atau tidak) dan lain sebagainya. Selang setahun dia menghilang tiba – tiba ada pesan di SMS ku ternyata itu pesan darinya.  

“assalamuallaikum nek, apa kabar?” katanya
“waalaikumsalam, iya kek alhamdulillah baik, lo sendiri apa kabarnya?” kataku
“alhamulillah nek baik juga, kemana aja lo nek menghilang?”
“ lah lo kok nanya w? Yang ada lo kemana aja tiba2 ngilang gitu aja tanpa kabar” kataku dengan rasa kesal dan senang (bisa berhubungan lagi dengannya)
“ hehhe sorry ya nek kemarin w fokus buat persiapan UN”
“oh gitu yauda gpp kek, sekarang kuliah dimana kek?” ujarku
“ gue kuliah di UISU kek, di medan” katanya
“ohh gitu jauh juga ya, UISU apa kek?”
“Universitas Islam Sumatera Utara nek”
.................(lanjut percakapan hingga sekarang).........................
       
         yang sebelumnya ku ceritakan, dia adalah seseorang yang menjadi tempat curhatku baik curhatan kehidupan, percintaan dan pengalaman ku. Singkat cerita saat itu aku duduk di bangku SMK kelas 2 aku memiliki pacar berinisial SyAp selama aku setahun berpacaran dengannya aku tetap berkomunikasi dengan irwan selayaknya aku dengan sahabatku, aku selalu menceritakan hal mengenai pacarku ke I.R dengan sabarnya ia mendengarkan ceritaku hingga aku putus dengan pacarku, memang ku akui  saat aku dengan SyAp si I.R agak mengurangi komunikasi dengan ku (alasannya sih karena aku punya pacar) sampai aku putus dengan pacar ku aku menceritakan ke dia namun tidak ku ceritakan alasannya. Setelah aku putus darinya aku menyukai pria lain dan itu pun aku menceritakannya juga. Selang 2 tahun setelah aku putus dengan pacarku yang berinisial SyAp aku belum bisa move on hati yaa mungkin dia adalah orang yang pertama kali sesuai dengan hatiku. Saat aku rindu dengannya aku bilang ke sahabat SyAp dan dia juga teman karib ku di SMK namanya fajar, aku menceritakan betapa rindunya aku dengannya (SyAp), setelah ku bercerita dengan fajar melalui BBM aku diajak ketemuan dan aku juga ingin bertemu dengannya sudah lama kita tak berjumpa (aku dan fajar). Pada hari dimana aku dan fajar bertemu dan menceritakan betapa kangennya aku pada mantanku, selama 5 jam kita berdiskusi di salah satu tempat makan Plaza Kalibata. Dari percakapan aku dengan fajar menghasilkan move on nya hatiku terhadap mantanku karena fajar memberikanku saran yang menurutku masuk akal dan berpengaruh untuk masa depanku nanti.
         Setelah aku berhasil moveon dari mantanku, aku mulai membuka hatiku untuk orang lain. Inilah saat lembaran baru hatiku terhadap I.R. Selang 4 bulan aku mulai intens berkomunikasi dengan I.R ya walaupun kadang dengan pembahasan yang gak bermutu namun kita tetap saling mengingatkan kebaikan kok, hehe. Pada bulan November 2016 aku dan I.R sering berkomunikasi lewat telepon dimana kita saling bercerita yaa aku sih yang lebih banyak bercerita bahkan seperti aku memberikan laporan harianku ngapain aja ke dia. Dari beberapa kali aku teleponan dengannya ada 1 waktu aku berteleponan dengannya dari jam 22.00 – 05.00 WIB saat itulah aku dan dia mengungkapkan hati yang sesungguhnya yang selama 4 tahun terpendam.
Diawali dengan percakapan yang bercanda dan berujung serius :
..................
“nek gue sayang sama lo” ujarnya
“ apa kek? Kurang jelas (sinyal kurang bagus)” kataku
“ eh nggk jadi deeh nek” ujarnya lagi
“apan dah kek w denger loh kek, lo sayang sama gue? Modus mele lo dari dulu”
“kalo gue serius gimana”
“ya gapapa sih, tapi gue gak percaya, hahaha” kataku
“ gue bener-bener sayang sama lo kek” katanya
(sontak ku bengong dan belum mempercayainya)
.......
       Dari situlah awal pembahasan serius dimana ku baru mengetahui kalau ia menyukai ku sejak aku kelas 2 SMK namun tak kusadari dan saat itu juga aku menceritakan pacarku ke dia (sungguh jahatnya aku saat itu, tapi aku benar-benar tidak mengetahuinya). Saat itu juga kami saling mengungkapkan isi hati, rasa ke kaguman kami satu sama lain bahkan kami memutuskan untuk berkomitmen jaga hati walaupun aku dan dia terpisah jarak (saat ini ia berada di medan), kami pun berprinsip untuk tidak menjalani pacaran tetapi kami saling mendoakan agar aku dan dia di pertemukan oleh Allah pada suatu ikatan yang dihalalkan oleh sang Pemilik Hati (Allah SWT). Sejak itulah aku menyadari bahwa ada orang lain yang menyayangi ku dengan tulus dan tak kira-kira ia menungguku sudah lama namun rasa suka pada ku tak hilang walaupun kami melewati masa percintaan masing-masing.
       Jika ku ingat lagi sangat lucu sekali perjalanan ta’aruf ku dengannya. Aku sangat mengaguminya bahkan ku jatuh hati padanya. Dia sosok laki – laki yang jarang kutemukan, dia laki – laki yang sederhana, agamis, sangat menjaga perasaan wanita, dingin, unik, romantis namun dengan cara yang berbeda dari orang lain, over all dia memiliki cara yang berbeda untuk buatku tersenyum. Kamu suka sosok laki-laki seperti ini? Yaa ku suka sosok laki-laki seperti itu yang tidak menutup kemungkinan memiliki sifat buruk. Tapi ku percaya jika seseorang yang menjaga perasaan wanita dan mengerti agama akan bisa membimbingku nantinya kejalan yang lurus, Insyaallah. Sebaik-baiknya dalam memlih pasangan pilihlah karena agamanya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar