Rabu, 17 Mei 2017

Lembaran Kenangan dari Timur



Jakarta, 17 Mei 2017
KENANGAN DARI TIMUR

      Aku seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang dulunya terkenal dengan sebutan Poltek UI. Aku berkuliah sejak tahun 2015, sejak itu pula aku menekadkan diriku untuk menggeluti bidang Karya tulis Ilmiah. Karena pada saat pertama ku masuk kuliah aku mengamati peluang untuk aku berprestasi di dunia perguruan Tinggi. Padahal aku sejak dulu tidak suka menulis aku lebih suka berbicara dan mendengarkan, namun motivasiku untuk berprestasi yang mendorongku untuk mampu membuat suatu karya tulis. Memang untuk memulainya sangat sulit, tapi ku biasakan diri untuk terus menulis agar apa yang aku cita – cita kan terwujud, salah satunya adalah keliling Indonesia secara GRATIS, hehe. Lambat laun apa yang aku cita – citakan terwujud satu demi satu. Salah satu destinasi yang aku datangi yaitu Ambon manise yang terletak sebelah timur Indonesia.
       Ke Ambon adalah buah dari usahaku dalam membuat karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional. Sungguh bahagianya hati ini bisa memijakan kaki di tempat yang jauh nan disana. Awal dari ikutnya aku lomba KTI di ambon adalah dengan ambisiku yang ingin merasakan wilayah timur Indonesia alhasil ada yang memberikan ku info bahwa ada lomba KTI di Ambon, saat itu juga aku langsung antusias membuat KTI terebut. Aku 1 tim dengan teman ku bernama rofi, dia salah satu Project Officer ku saat aku mengikuti kepanitian bidang sosial di PNJ. Dengan waktu singkat aku langsung daftar dan submit paper ku. Menunggu 2 minggu pengumuman lolos abstrak pun tiba, alhamdulillah aku dan teman ku lolos ketahap selanjutnya, dengan waktu yang singkat aku langsung mengirim full papernya. Dan lagi – lagi harus menunggu, pada waktunya tiba pengumuman grand finalis diumumkan, Maha BesarNya Allah aku diberikan kesempatan untuk menginjak wilayah timur Indonesia itu yang terkenal akan laut Indahnya (Ambon, Maluku Utara).
       Setelah aku menerima berkas kelolosan ku di Ambon, aku langsung mengurus proposal untuk pengajuan dana ke Gedung Q (bagian keuangan kampus). Sungguh sangat diuji kesabaranku dari yang membuat proposal yang ditunda – tunda oleh pihak MP, revisi proposal, kena marahan pak ali (sekjur akuntansi) dan banyak hal yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan dana ke sana, hehe. Akhirnya aku mendapatkan dana dari gedung Q namun aku merasa sedih dan senang, karena dana yang cair tidak sesuai dengan permintaan aku dan temen ku, dana yang cair hanya setengahnya dan itu pun cash on hand hanya 70%nya ya otomatis ku harus menutupi kekurangannya. Ketika uang cairpun keberadaanku tidak di kampus karena aku sedang mempersiapkan Power Point untuk kesana, benar-benar tidak ada persiapan apapun. Yang perlu diketahui aku yang seharusnya berangkat ke Ambon hari Rabu, aku jadi berangkat hari kamis pukul 01.30 WIB, dikarenakan uang ku dari gedung Q turun sore hari dan itupun belum memesan tiket pesawat. Alhamdulillahnya teman 1 tim ku sangat luar biasa baik. Dia yang mengurusi keuangan dan administrasi ku di Gedung Q karena aku sedang mempersiapkan presentasi esok hari.
       Pukul 18.00 WIB aku mempersiapkan berbagai hal yang perlu aku bawa nanti kesana, mulai dari membereskan PPT, packing baju, print materi dan sebagainya ku jalani dengan cekatan rasanya seperti lomba marathon yang entah dimana ujungnya. Pada kahirnya tiba pukul 23.00 WIB aku berangkat dari rumah menuju pasar Minggu untuk naik Damri ke bandara Soeta. Aku diantar oleh om ku menuju Damri dan ternyata pas aku menghampiri Damri tersebut bapak supirnya bilang “maap neng Damri mah jam segini dah waktunya pulang dah gak ada lagi yang kesana kalau mau naik taksi” aku menjawab “ohh gitu ya pak, okeh makasi banyak ya pak”, jujur saat itu aku kalut waktu menunjukan pukul 23.30 WIB sedangkan aku take off pukul 01.30 WIB, arrgghhtttt... kondisi yang sangat menyebalkan saat itu. akupun melamun sejenak dan bingung harus naik apa untuk ke bandara dengan waktu yang sangat singkat itu. Akhirnya aku dihampiri seorang bapak tua dan menyapaku
“mau kemana neng?, ke bandara? Jam segini mah Damri udah gak ada” ucap bapak tua itu
“hmm. Iya pak saya mau kebandara, iya saya baru tau Damri jam segini dah abis” ujarku
“kalau mau neng naik taksi aja (sambil melirik taksi yang ada didekat warungnya)”ujarnya
“oh iya pak (menghampiri taksi sambil gelisah dan pikiran kalut)” kata ku
“pak ke bandara  berapa ya pak?” kataku lagi
“kebandara mah 230k aja neng sudah termasuk tol (sambil melirik ke bapak tua dengan maksud memberi kode,  entah kode apa yang dimaksud), kalau naik grab lebih mahal loh neng” kata kang taksi
“ohh gitu yaa gak bisa dikurangi ya pak? (sambil liat hp dan ke aplikasi grab, hatiku berkata ada yang tidak beres dengan mereka dan di aplikasi grabpun lebih murah ternyata hanya 135k saja termasuk tol)”
............(perasaan penuh ketakutan, panik dan sudah mikir yang gak nggk).......
“hmmm pak saya naik grab aja deh pak, maaf ya pak” kataku
“saya turunin 20k deh neng, mau” kata kang taksi
“ nggk pak terimakasih (langsung meninggalkan kang taksi dan menjauh dari ke 2 orang tersebut dengan penuh rasa takut)”
.........(akhirnya aku menunggu kang Grab untuk mengantar ku ke bandara).....
       Setelah menunggu kurang lebih 15 menit aku langsung masuk kedalam mobil berwarna hitam yang dikendarai pak supir yang baik hati namun ku tetap waspada (maklum namanya perempuan pergi tengah malam sendiri di dalam mobil hanya ber 2 lagi, pak supir dan aku). Aku akhirnya dapat bernafas sedikit lega dari suasana yang mencekam tadi di Pasar. Saat di perjalanan ke Bandara aku duduk dengan muka masih terlihat panik dan nafas ku ngos-ngosan. Tanpa ku sadari, pak supir mendengar nafasku yang sangat kencang, mungkin kalau di disamakan dengan musik, nafasku genre musik metalica deh, Hehe lebay. Sesampainya di bandara aku bernafas sangat lega namun tak dipungkiri rasa takut itu masih ada karena aku benar – benar sendiri berangkatnya. Menunggu pesawatku take off aku duduk manja di ruang tunggu hingga pukul 01.20 WIB tiba. Jam menunjukan 01.20 tiba aku langsung masuk kedalam pesawat dan duduk sesuai dengan nomor kursiku, disitulah aku dapat bernafas lega.
       Dengan penerbangan 8 jam dari Jakarta ke Ambon aku menikmati waktu di pesawat dengan belajar materi yang akan aku presentasikan nanti dan di akhiri dengan bocans ku sampai akhirnya tiba di Ambon pukul 07.00 WIT. Setibanya aku di bandara Pattimura aku sangat senang akhirnya sampai juga dengan perjuangan panjang di jakarta. Aku turun dari pesawat dan menunggu koperku muncul dari bagasi. Setelah ku memperoleh koperku, aku langsung keluar pintu masuk dan tiba – tiba ada bapak-bapak yang menghampiri ku untuk menawarkanku tumpangan (sungguh menguji nyaliku lagi). Tapi tak ku hiraukan karena aku menunggu LO ku menjemputku. Aku terus menghubungi LO ku untuk penjemputan. Mereka telat menjemputku dan alhasil aku menjadi pusat perhatian disana (gak kira-kira godainnya, mungkin aku beda kali ya sama orang sana jadi asing, wehehe). Akhirnya ku bertemu dengan LO ku dan langsung menuju penginapan yang tak jauh dari Universitas Pattimura. Tepat pukul 08.00 WIT aku tiba disana, ku kira ku masih memiliki waktu istirahat tapi ternyata TIDAK aku disuruh langsung mandi dan menuju ke UNPATI untuk mengikuti acara lomba, (tadinya disarankan panitia langsung mengikuti acara pembukaan saja tanpa mandi,, yang bener ajaaa brohhhhh, dan aku memaksa untuk mandi)
       Setelah mandi ku langsung menuju ke UNPATI untuk mengikuti semua rangkaian acara lomba hari pertama. Pembukaan ku ikuti dengan gembira karena saat itu aku bertemu dengan teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Acara pembukaan berlangsung sampai pukul 10.30 WIT. Dan lanjut ke acara presentasi semua peserta menuju gedung yang ditentukan dan sesuai dengan pembagian nama tiap ruangnya. Ada 3 ruang utnuk presentasi aku ada diruang 2 bersama teman baru ku yang sudah lumayan akrab. Jujur disana aku sedih karena aku seorang diri perwakilan dari Jakarta, paling telat datangnya dan gak punya basis daerah. Presentasi berjalan dari pukul 11. 00 WIT – 16.00 WIT sungguh pengalaman luar biasa dimana aku presentasi seorang diri dan materi yang kubawa kan jauh dari jurusanku yaitu Akuntansi, aku membawa kan materi di Bidang Fisika dan Elektro, bayangkan gengss. Alhamdulillah presentasi yang ku bawa kan cukup memuaskan karena para audience tidak mengira kalau aku anak akuntansi mereka mengira aku anak teknik, katanya sih pembawaanku meyakinkan wehehe.
inilah keakrabanku dengan teman – temanku saat berkompetisi di Ambon








 


      

Setelah presentasi babak penyisihan kami (semua peserta lomba) tour UNPATI sampai pukul 18.00 WIT kami kembali lagi ke gedung aula rektorat UNPATI untuk persiapan pengumuman finalis yang terpilih tiap ruangannya dan yang nantinya akan di adu kembali untuk memperebutkan juara 1 – juara 4.
Kebersamaanku dengan peserta lainnya saat menunggu pengumuman tiba.







 





Finalis diumumkan pukul 21.00 WIT, malam sekali memang dan sangat melelahkan tapi ini yang membuatku sangat rindu suasana saat itu. setelah di umumkan finalisnya, aku bukan salah satunya dan langsung lanjut presentasi para finalis. Saat berlangsungnya presentasi aku dan mba Ritma (peserta dari UNESA) memutuskan untuk solat isya terlebih dahulu, selesai solat kami beristirahat di tempat itu dan pada akhirnya kami tertidur pulas sampai pukul 00.30 WIT tepat selesainya presentasi tersebut (wah kenangan yang gak bakal dilupakan ini, hehe).
       Agenda hari kedua ku di Ambon adalah Field Trip kota ambon dan penutupan acara pada malam harinya. Mulai pukul 08.00 WIT kami berangkat dari penginapan menuju destinasi pertama yaitu Benteng Amsterdam, gak asing kan dengan tenpat ini. Disana aku menyaksikan atraksi bambu gila (bambu yang bisa gerak sendiri, bukan bambunya yang gila ya gengs) dan disana aku menyaksikan indahnya laut di semenanjung timur Indonesia, sungguh Indah Ciptaan-Mu.
Foto ku dan teman – teman ku saat menikmati liburan di tempat bersejarah ini (Benteng Amsterdam)










 




Setelah ku menikmati tempat bersejarah itu aku langsung menuju masjid tertua di Indonesia, ternyata ada masjid yang lebih tua daripada masjid Demak di pulau jawa. Ini adalah tempat wisata religius yang ku datangi. Sasampai disana aku mendengarkan sejarah adanya masjid itu dan memang cerita zaman dahulu kadang tak bisa di tangkap lewat logika, Maha Besar Allah.











Field Trip ku selanjutnya adalah di wahana air yang saaaaaangaaattt indah, yaitu pantai liang, disini aku dan teman – teman ku melepas kepenatan setelah kemarin kita saling berkompetisi namun moment itu adalah moment keakraban kami.

Setelah berkeliling ketempat yang menyenangkan field trip ku berakhir di masjid terbesar di kota ambon yaitu masjid Al Fatih, dan disini pula aku menjalankan solat Ashar.






 





Semua destinasi sudah ku lalui dengan hati yang gembira, dan selanjutnya kami langsung menuju UNPATI lagi untuk menjalani serangkaian acara penutupan sekaligus pengumuman para pemenangnya. Acara penutupan diawali dengan pengumuman pemenang dan diakhiri dengan hiburan – hiburan dari mahasiswa UNPATI. Disana kami benar-benar menikmatinya dan tak bisa dipungkiri senyuman merekah pada semua peserta lomba dan panitianya. Pengumuman pun tiba yang meraih juara 1 – 4 adalah IPB, UNPATI dan UII. Tidak hanya juara utama saja yang memperoleh penghargaan namun penghargaan seperti Best Excellent Award juga di umumkan salah satunya adalah aku sendiri. Memang tak menyangka aku mendapatkan penghargaan itu karena ya setelah kalian baca tulisan ku dari awal pasti kalian tahu mengapa aku tak menyangka mendapatkan predikat itu tapi aku tetap bersyukur mendapatkan itu semua yaa seenggaknya aku gak sia –sia mengdapai rintangan untuk menuju ke tempat ini.







 


      
        Pada hari ketiga ku di Ambon aku berkunjung kerumah teman dari teman ku anak UNESA yaitu kak Roni. Mengasyikan sekali saat itu, untuk menuju kesana kami harus menaiki speedboard karena melewati laut antar pulau. Disana kamipun berjalan kaki cukup jauh. Saat itu pula aku menyadari dan tak heran mengapa orang di Timur memiliki warna kulit gelap. Sangat panas sekali cuaca disana namun panas diasana berbeda dengan panas di Jakarta yang udaranya sudah tercampur polusi. Setibanya kami sampai di rumah temannya kak Roni, kami bakar ikan ala khas orang timur dan makan papeda. Semua makanan khas Ambon disajikan saat itu ada ikan bakar, papeda, sagu (nenek – nenek gak bakal kuat makan), gandum, nasi, sayur ikan dan lain sebagainya. Wahhh sungguh nikmat nian.
Inilah beberapa kenangan dengan asli orang timur, dan sangat ramah sekali mereka terhadap orang baru termasuk kepadaku.











 


Setelah kami berkunjung kami langsung pulang menuju penginapan, karena pukul 12.00 WIT kami sudah harus dibandara Pattimura untuk kembali  ke asal daerahnya masing – masing.
       Itulah kenanganku dari pergi hingga pulang ke wilayah Timur Indonesia, aku bangga jadi anak Indonesia. tetap lestarikan budaya kalian jangan terprovokasi dengan keindangan luar indonesia karena jika kita mengetahui Indonesia, akan timbul rasa cinta kita terhadap kekayaan dan keindahan Indonesia. Terimakasih Timur Indonesia yang telah memberikanku kenangan yang manis seperti slogan mu, Ambon Manise, Salam Hautumese!!

2 komentar:

  1. perjuangan untuk memperjuangkan yang membuat sadar atas diri yang belum tau yang akan terjadi menjadi tau apa itu manisnya perjuangan.

    terimakasih telah menulis kisahnyatamu novi dari timur.
    dapat salam dari pintu kota ambon... lain kali datang ke sini lagi... nanti aku ajak ke pintu kota.... heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak jalil yang membantu ku selama ku di ambon dan memperkenalkan kota manise itu

      Hapus