SEKOLAH AKU CINTA
INDONESIA (SACI) UPAYA MENINGKATKAN POTENSI BUDAYA LOKAL DAN PEREKONOMIAN INDONESIA
Disusun
oleh : Novi Endah Widiastuti
1.
Pendahuluan
Di era globalisasi seperti sekarang ini,
perkembangan suatu negara bisa dikatakan
sudah mengalami kemajuan. Kemajuan suatu negara dapat dinilai dari
bebagai aspek seperti pendidikan, perekonomian, teknologi, transportasi,
parawisata dan sosial budaya. Wilayah lautan Indonesia adalah 64,85% dari total
wilayah Indonesia. Dapat diartikan bahwa persentase luas daratan dari total
wilayah Indonesia adalah 95,15%. Luas
daratan 1.904.569 km². Total wilayah Indonesia adalah 2.001.648,97 km2.
Luas wilayah laut adalah 96.079,15 km² (wikipedia.com). dengan banyaknya pulau
di Indonesia menyebabkan beragam suku bangsa dan budaya yang dimiliki. Tercatat dalam tahun 2016 ada sekitar 1.340
jenis suku di Indonesia (Badan Pusat statistik, 2016). Angka tersebut
semakin memantapkan posisi pertama Indonesia sebagai jumlah suku bangsa
terbanyak di Dunia. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia maka perlu adanya upaya pelestarian budaya
tersebut untuk mengurangi dampak negative di era globalisasi ini seperti adanya
akulturasi budaya asing.
Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia
juga dapat mempengaruhi bidang perekonomian yang mana warga domestik maupun
asing tertarik untuk mengetahui dan
mempelajari budaya Indonesia baik tarian, musik, adat dan lain sebagainya serta
berkunjung ke tempat parawisata kebudayaan Indonesia. Menurut analisis World
Travel and Tourism Council (WTTC), industri pariwisata menyumbang 9,1% Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada saat ini dan diperkirakan pada tahun 2017
akan meningkat menjadi 10,1%. Ini dapat dimanfaatkan oleh Negara Indonesia
dalam meningkatkan pendapatan Negara Indonesia.
Dalam menyikapi hal ini haruslah memerhatikan dan mempertahankan budaya yang
ada di Indonesia terlebih di era globalisai ini. Maka dari itu penulis
terdorong membuat sekolah yang digunakan untuk memperkenalkan, mengajarkan dan
melestarikan budaya Indonesia upaya meningkatkan potensi budaya lokal dan
perekonomian di Indonesia.
2. Pembahasan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) sekolah/se·ko·lah/ n Adalahbangunan
atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi
pelajaran (menurut tingkatannya). Dalam hal ini sekolah adalah bangunan atau
lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran
mengenai kebudayaan Indonesia seperti tarian, music/ lagu, alat musik daerah
serta nilai – nilai budaya Indonesia (ramah-tamah, menghormati orang yang lebih
tua. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik dari manusia (Prof.Dr.Koentjoroningrat, 1985).
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat
diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi
tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat
abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat
nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Sebagai
anak Indonesia yang sadar akan kekayaan budaya Indonesia atau budaya lokal harus mampu
mempertahankan serta melestarikannya sehingga budaya Indonesia tetap eksis baik
lingkup nasional maupun internasional yang akan berpengaruh terhadap
peningkatan perekonomian Indonesia.
Indonesia
merupakan Negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Potensi yang mulai
diperhatikan dunia internasional. sebelumnya, Indonesia sering disebutkan sebagai
kandidat yang tepat untuk dimasukkan ke dalam kelompok negara BRIC (Brazil,
Rusia, India dan China). Kelompok lain yang sering disebutkan sebelumnya yang tergabung dalam akronim CIVETS (yaitu
Colombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan) juga mendapat
perhatian karena anggotanya memiliki sistem keuangan yang cukup canggih dan
populasi yang tumbuh cepat. Beberapa tahun yang lalu produk domestik bruto (PDB) dari CIVETS itu diperkirakan berkontribusi
sekitar setengah dari ekonomi global pada 2020. Salah satu faktor
pendukung meningkatnya perekonomian Indonesia adalah budaya lokal yang
dimilikinya. Sehingga pedapatan Negara terus meningkat tiap tahunnya dengan upaya meningkatkan potensi budaya lokal
(Indonesia). Menyikapi hal ini terdorong untuk melakukan suatu gerakan
dengan membangun SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia).
SACI (Sekolah Aku Cinta Indonesia) adalah
sekolah yang dibangun sebagai upaya pelestarian budaya local dan peningkatan
kualitas generasi muda Indonesia dalam mengenal budayanya sendiri serta
meningkatkan rasa cinta tanah air Indonesia. dalam SACI ini terdapat beberapa jenis kelas yang
digolongkan berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya para generasi
muda Indonesia. Didalam sekolah ini terdapat kelas seni tari, seni musik,
keputrian, dan sejarah Indonesia. Pertama, pada kelas seni tari para siswa
diajarkan berbagai tarian daerah Indonesia agar tarian Indonesia tetap terjaga
dan terus dilestarikan. Kedua, kelas seni musik, pada kelas ini siswa diajarkan
untuk mengenal musik daerah yang ada di Indonesia baik peggunaan alat musik
maupun lagu daerahnya. Ketiga, keputrian, pada kelas ini dikhususkan untuk para
siswa perempuan, dikelas ini diajarkan tentang keputrian baik cara berbicara
dengan sopan santun, berpakaian, cara menjahit dan kegiatan keputrian lainnya.
Keempat, kelas sejarah Indonesia, pada kelas ini diajarkan tentang pengetahuan
sejarah Indonesia agar para generasi muda Indonesia mengetahui perjuangan para
pejuang Indonesia terdahulu. Dalam perekutan
peserta SACI melakukan tiga langkah yaitu dengan cara adanya perwakilan
tiap sekolah di wilayah sekitar yaituTaman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah
Menengah Pertama (SMP), peserta mendaftar langsung ke lokasi SACI, dan
perekrutan anak marjinal. Peserta atau siswa – siswi yang telah terdaftar akan
mendapatkan pengenalan, pengajaran dan pelatihan kebudayaan lokal sesuai
silabus SACI. Setelah para perserta atau siswa-siswi menjalani proses di SACI
dalam melestarikan budaya lokal, maka SACI akan mengadakan karnaval
budaya dan mereka ysng akan megisi acara tersebut, ini dilakukan
untuk pengenalan (Branding) SACI dan
Pelestarian budaya pada masyarakat luar.
Peserta juga akan mengikuti
kompetisi kebudayaan baik tingkat nasional maupun internasional. Pada akhirnya
SACI akan membuka cabang di setiap daerah untuk melestarikan budaya daerah setempat. SACI melahirkan bibit unggul untuk
memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang telah di ajarkan baik di Indonesia dan di kancah Internasional yang nantinya akan
meningkatkan pendapatan Negara Indonesia.
Tujuan dibangunnya sekolah ini adalah
agar para generasi muda Indonesia tetap bangga dan cinta terhadap budaya lokal
dan negaranya sendiri, lebih menghargai jasa para pejuang terdahulu, tetap
melestarikan budaya Indonesia dan memberikan prestasi kepada negara Indonesia
di kancah dunia serta mampu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui pelestarian budaya yang dilakukan di
Sekolah Aku Cinta Indonesia (SACI).
3. Kesimpulan
Negara maju dapat dinilai dari bebagai aspek salah
satunya adalah aspek social budaya.
Luasnya wilayah Indonesia adalah menjadi salah satu factor banyaknya budaya
lokal yang dimiliki Indonesia. Pada tahun 2016 ada sekitar 1.340
jenis suku di Indonesia.Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga
dapat mempengaruhi bidang perekonomian guna meningkatkan pendapatan Negara
dengan upaya peningkatan potensi budaya
Indoensia melalui pengenalan dan pelestarian budaya baik dalam bentuk karnaval
maupun pariwisata budaya. Dalam meningkatkan kualitas pelestarian budaya local
oleh masyarakat Indonesia diperlukan wadah, maka dari itu dibangunlah Sekolah
Aku Cinta Indonesia (SACI).
DAFTAR PUSTAKA
Agustianto (2011). Definisi Kebudayaan Menurut Para Ahli.Retrieved from http://mediabacaan.blogspot.in/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html
Badan Pusat Statistik (2016). Jumlah suku
bangsa di Indonesia. Retrieved from https://bps.go.id/
Fahmi, Zakiul (2014). Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Kebudayaan. Retrieved fromhttp://docs.google.com/document
Muhamad (2015). Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli. Retrieved from http:///nasionalisme.com/1325/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.
Sahajani
(2011). Perubahan Kebudayaan di
masa lalu,masa sekarang, dan masa yang akan datang. Retrieved fromhttp://sahajani-blogspot-in/2011/12/perubahan-kebudayaan-di-masa-lalu-di-masa.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar